Berita, Internasional

Rumah Digeledah Agen Federal, Anggota Kongres Muslim Ilhan Omar Melawan Intimidasi Politik Trump: Saya Tak Akan Diam!

Repelita.net

13 October 2026 16:53 WIB • 100 view

Rumah Digeledah Agen Federal, Anggota Kongres Muslim Ilhan Omar Melawan Intimidasi Politik Trump: Saya Tak Akan Diam!
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Rumah kediaman politisi Partai Demokrat Ilhan Omar di wilayah Washington DC mendadak digeledah oleh aparat penegak hukum federal Amerika Serikat.

Aksi penggeledahan oleh personel Homeland Security Investigations tersebut berlangsung jelang gelaran pemilu sela 3 November mendatang di tengah persaingan ketat perebutan kursi Kongres.

ADVERTISEMENT

Operasi penindakan hukum tersebut disinyalir berkaitan dengan dugaan penyimpangan dokumen keimigrasian yang diajukan oleh mendiang ayah Omar sewaktu dirinya masih kecil.

Anggota DPR AS dari daerah pemilihan Minnesota tersebut merespons tegas penggeledahan rumahnya melalui pernyataan resmi di media sosial pada Senin, 12 Oktober 2026.

Ilhan Omar mengecam keras langkah aparat dan menilai tindakan tersebut sebagai bentuk intimidasi politik yang digerakkan oleh pemerintahan Donald Trump.

"Saya baik-baik saja. Jangan salah sangka, ini adalah upaya untuk menargetkan musuh politik dan menjadikan aparat penegak hukum federal sebagai senjata," tulisnya di X.

"Selama sepuluh tahun, Trump telah menargetkan saya dengan kebohongan tak berdasar dan kampanye fitnah. Ini hanyalah eskalasi terbaru dalam kampanye intimidasi politiknya."

"Saya tidak akan diam," tambahnya.

Gelombang penolakan juga datang dari jajaran pimpinan Demokrat di DPR seperti Hakeem Jeffries, Katherine Clark, dan Pete Aguilar yang mengutuk keras aksi tersebut.

"Selama bertahun-tahun, Donald Trump dan kelompok ekstremis sayap kanan tanpa henti menargetkan Anggota Kongres Omar dengan serangan pribadi yang keji dan tuduhan tak berdasar," demikian bunyi pernyataan mereka.

Tindakan hukum ini mengemuka setelah Donald Trump melontarkan sindiran tajam kepada Omar dalam pidato kampanye di Tennessee serta mengisyaratkan keterlibatan Wakil Presiden JD Vance dalam pengusutan tersebut.

Namun beberapa saat setelah penggeledahan terjadi, Trump mengklarifikasi kepada awak media bahwa JD Vance tidak ikut campur dan penanganan sepenuhnya berada di ranah Departemen Kehakiman.

Sebelumnya, JD Vance sempat mendiskusikan strategi penindakan terhadap Omar bersama Wakil Kepala Staf Gedung Putih Stephen Miller.

"Bagaimana cara menindak dia? Bagaimana cara menyelidikinya? Bagaimana sebenarnya melakukan hal itu?" tanya Vance saat ia mempertimbangkan langkah untuk membangun kasus hukum.

Juru bicara kantor Ilhan Omar membantah keras seluruh tuduhan yang dilontarkan Vance dan menganggap tudingan pencemaran nama baik tersebut semata-mata rekayasa politik.

Politisi Muslim pertama di Kongres AS itu mengaku sering mendapat ancaman keselamatan akibat retorika liar yang berulang kali disuarakan oleh kelompok lawan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung