Berita, Nasional

Roy Suryo Serang Konsistensi Dan Perubahan Sikap Rismon Sianipar Serta Ungkit Pernyataan Lama Soal Ijazah Jokowi

Repelita.net

23 July 2026 18:35 WIB • 529 view

Roy Suryo Serang Konsistensi Dan Perubahan Sikap Rismon Sianipar Serta Ungkit Pernyataan Lama Soal Ijazah Jokowi
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Perdebatan seputar keabsahan dokumen akademik mantan pemimpin negara kembali menghangat dalam sebuah sesi diskusi publik televisi swasta.

Sosok kontroversial yang kini berstatus terdakwa, Roy Suryo, terlibat adu argumen tajam dengan pakar forensik digital bernama Rismon Sianipar.

ADVERTISEMENT

Dalam kesempatan tersebut, Roy secara terbuka mempersoalkan konsistensi sikap sang ahli digital terkait klaim dokumen yang dipersoalkan.

“Enggak usah banyak-banyak untuk menangkal, saya punya satu lagi. Nah, ini pernyataan Rismon yang menunjukkan ketidakkonsistenannya,” ucap Roy menyoroti rekam jejak pernyataan rivalnya.

Politisi senior tersebut lantas mengungkit narasi lawas yang disebut pernah dilontarkan oleh sang peneliti pada pertengahan bulan Desember lampau.

Menurutnya, pengamat telematika itu sempat melontarkan sebutan khusus terhadap latar belakang pendidikan sang kepala negara.

“Jadi, apa yang saya katakan waktu itu, dia mengatakan pada 19 Desember. Nah, sekarang kita bisa tanya ke dia, pada 19 Desember masih mengatakan kalau Joko Widodo itu sarjana muda,” ungkapnya.

Ia pun menilai substansi argumen yang ia bangun selama ini tidak pernah mendapatkan bantahan substansial dari pihak lawan bicaranya.

“Ini dibantah enggak? Enggak dibantah. Yang dibantah hanya soal font, font saja. Itu yang bisa dijawab,” sindirnya.

Tidak berhenti di situ, Roy turut membongkar rekam jejak digital berupa cuitan di platform media sosial X menjelang proses keadilan restoratif.

“Kemudian unggahan dia pada bulan Februari, hanya tujuh hari sebelum RJ, itu masih mengatakan bahwa ijazahnya (Jokowi) palsu,” beber dia.

Perubahan haluan pandangan yang begitu drastis dinilai sangat janggal dan mencederai nalar akademis seorang peneliti profesional.

“Seseorang yang normal, ya saya mengatakan normal, tidak mungkin berubah 180 derajat,” cetus Roy mengecam inkonsistensi tersebut.

Ia menilai seorang akademisi boleh saja meralat hasil kajian, namun batasan toleransi perubahannya tidak boleh terlampau ekstrem.

“Dalam pemikiran peneliti boleh salah, boleh melakukan erratum, tetapi batasnya 3 sampai 7 persen saja, enggak mungkin 180 derajat,” tambahnya.

Guna memperkuat argumennya, figur publik tersebut memberikan ilustrasi sederhana mengenai pergeseran sudut pandang yang tidak masuk akal.

“Kamu adalah laki-laki, kamu adalah wanita, enggak. Tapi kalau misalnya kamu dibilang ganteng, lalu sekarang jadi sedikit kurang gagah, itu masih oke. Tapi kalau berubah total, enggak mungkin,” jelasnya.

Menyinggung perkara hukum yang menjeratnya, Roy menyadari bahwa ruang geraknya di ruang sidang nanti bakal sangat terbatas.

“Sidang yang nanti dilakukan itu, terus terang, hanya mengejar soal fitnah dan pencemaran nama baik. Jangan dibayangkan saya akan bisa menerangkan seperti peneliti,” tuturnya.

Posisi duduk sebagai pesakitan membuat dirinya tidak leluasa memaparkan analisis teknis mendalam di hadapan majelis hakim.

“Kami duduk di kursi terdakwa, tidak mungkin menerangkan seperti ini. Paling hanya ditanya. Nanti mungkin Mas Refly, Mas Gafur, atau Pak Alkatiri yang bisa menebak,” imbuhnya.

Menutup perdebatan, ia menganggap kehadiran Rismon sudah tidak relevan lagi untuk dihadirkan sebagai saksi ahli dalam rangkaian proses peradilan berikutnya.

“Dan posisi Rismon itu sudah selesai sampai malam hari ini di Rakyat Bersuara. Enggak mungkin dia dihadirkan sebagai ahli,” tandas Roy.

Ia bahkan melontarkan tudingan keras ihwal dugaan keterangan tidak benar yang pernah disampaikan dalam persidangan sebelumnya.

“Dia sudah membuat kebohongan publik yang luar biasa. Jadi, di bawah sumpah pada 18 Februari 2026 di sidang Solo selaku Doktor Eng. Rismon, keterangannya masih mengatakan ijazah Jokowi palsu. Padahal, ijazahnya dia yang palsu,” pungkasnya (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung