Berita, Nasional

Roy Suryo Beberkan Kejanggalan Data Pendidikan Gibran di Australia, Sebut Ada Cacat Administratif

Repelita.net

07 September 2026 16:54 WIB • 500 view

Roy Suryo Beberkan Kejanggalan Data Pendidikan Gibran di Australia, Sebut Ada Cacat Administratif
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pemerhati masalah telematika kenamaan Roy Suryo secara terbuka memaparkan sejumlah temuan dokumen penting yang diklaim bersumber langsung dari Australia terkait riwayat pendidikan Gibran Rakabuming Raka.

Ia menyoroti adanya berbagai kejanggalan serta perbedaan data administratif antara catatan instansi dalam negeri dengan berkas otentik yang diperolehnya dari University of Technology Sydney Insearch.

ADVERTISEMENT

Keterangan resmi Sekretariat Negara sebelumnya menyebutkan bahwa jenjang pendidikan yang ditempuh langsung melompat dari tingkat pendidikan menengah menuju strata satu sarjana.

Catatan tersebut dinilai membingungkan lantaran terdapat versi pemberitaan media massa yang justru mengategorikan program UTS Insearch tersebut sebagai jenjang pendidikan magister.

Upaya penelusuran mandiri dilakukan hingga ke Kota Sydney guna menemui langsung bagian administrasi serta pengajar di lembaga pendidikan tersebut demi memastikan jenis program periode tahun 2004 sampai 2007.

Pemeriksaan langsung itu memastikan bahwa lembaga pendidikan di negeri kanguru tersebut pada kurun waktu tersebut belum menyelenggarakan program diploma maupun foundation.

Program yang tersedia di tempat tersebut pada masa itu murni hanya berupa pelatihan kursus bahasa Inggris berdurasi singkat selama sembilan bulan saja.

Fakta tersebut lantas menimbulkan tanda tanya besar mengenai keabsahan surat keterangan penyetaraan tahun 2019 yang mengklaim kelulusan itu setara dengan sekolah kejuruan jurusan akuntansi.

Kejanggalan berikutnya berkaitan dengan penggunaan istilah kelas menggunakan kata grade di dalam lembar dokumen penyetaraan resmi terbitan kementerian pendidikan.

Sistem pendidikan di negara Australia secara konsisten menggunakan istilah years alih-alih kata grade untuk merujuk pada tingkatan kelas belajar para siswa.

Berdasarkan keterangan pejabat sekretaris direktorat jenderal, arsip penting seperti paspor, dokumen KBRI, hingga rapor tiga tahun penuh ternyata tidak ditemukan dalam simpanan kementerian.

Dokumen fisik yang terarsip secara resmi di dalam sistem kementerian hanya mencatat rekam jejak pendidikan untuk jenjang kelas sepuluh dan sebelas saja.

Kesaksian lain turut disampaikan oleh seorang warga negara Indonesia di Australia bernama Iksan Katoande yang pernah menemani perjalanan liburan keluarga pada tahun 2017.

Tokoh tersebut menyampaikan pengakuan bahwa yang bersangkutan hanya menghabiskan waktu selama enam bulan di sana serta meminta diantarkan berekreasi ke lokasi wisata umum.

Permintaan berkunjung ke tempat rekreasi populer seperti Gedung Opera House dan Pantai Bondi dinilai janggal bagi seseorang yang mengaku tinggal bertahun-tahun di kota tersebut.

Pemerhati telematika itu menyimpulkan adanya cacat administratif dalam pemenuhan syarat serta menyatakan kesiapan penuh menghadapi segala konsekuensi hukum atas pernyataannya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung