Berita, Nasional

Rismon Sianipar Tegaskan Video Tudingan ke JK Buatan AI, Bukan Tanggung Jawab Saya! Minta Polisi Tangkap Penyebar

Repelita.net

22 April 2026 17:23 WIB • 893 view

Rismon Sianipar Tegaskan Video Tudingan ke JK Buatan AI, Bukan Tanggung Jawab Saya! Minta Polisi Tangkap Penyebar
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Eks tersangka tudingan ijazah palsu Jokowi, Rismon Sianipar, menegaskan bahwa video viral yang menuding Jusuf Kalla mendanai isu ijazah palsu adalah hasil rekayasa kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Dia menyebut bahwa bahan baku tayangan tersebut berasal dari kanal YouTube pribadinya yang diambil tanpa izin.

ADVERTISEMENT

"Itu sama sekali perbuatan seseorang yang tidak bertanggung jawab, itu jelas AI karena video mentahnya berasal dari video saya tanggal 11 Maret 2026, satu malam sebelum saya ke Solo jumpa Pak Jokowi," ucap Rismon dalam acara Rakyat Bersuara di iNews pada Selasa (21/4/2026).

Rismon pun mengungkapkan alasan mengapa dirinya tidak pernah mengklarifikasi beredarnya video tersebut.

Video itu bahkan sudah berujung pada pelaporan ke polisi oleh Jusuf Kalla beberapa waktu lalu.

"Motifnya, kalau saya dipaksa mengklarifikasi sesuatu yang saya tidak buat, itu orangnya ga waras saya kira. Saya kan tidak ada hubungannya dengan konten itu, itu dibuat dengan bahan mentah video saya, eh digiring kenapa engga klarifikasi," kata dia.

Rismon meminta seluruh pihak untuk tidak berharap dirinya bertanggung jawab membantah video AI tersebut.

Pasalnya, video tersebut bukanlah hasil produksinya atau sesuatu yang ia pesan kepada orang lain.

Ia berharap penyidik Bareskrim segera menangkap penyebar video yang tidak bertanggung jawab tersebut.

"Jangan digiring-giring saya bertanggung jawab untuk membantah video AI tersebut. Tapi kan bukan tanggung jawab untuk membantah video itu, bukan saya yang membuat, biarkan penyidik di Ditsiber Bareskrim untuk menangkap orang yang membuat itu," tuturnya.

Sebelumnya, Jusuf Kalla melaporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri pada Rabu (8/4/2026).

Laporan itu terkait dugaan fitnah pendanaan isu ijazah palsu Jokowi yang menyeret nama JK.

"Saya melaporkan saudara Rismon Sianipar atas perbuatannya yang saya anggap merugikan saya karena mengatakan saya ini mendanai kawan-kawan untuk ijazah Pak Jokowi dan itu jelas tidak saya lakukan itu," ucap JK pada Rabu (8/4/2026).

JK mengaku tidak terima atas kabar fitnah yang beredar luas tersebut.

Sebab, hal itu dinilai sebagai suatu penghinaan yang serius terhadap dirinya sebagai tokoh bangsa.

Selain itu, JK juga mengaku pernah hendak didatangi oleh Rismon Sianipar yang ingin memberikan buku berjudul Gibran End Game.

Namun, dia menolak bertemu dengan Rismon maupun Roy Suryo karena tidak mau mencampuri urusan mereka.

"Si Rismon mau ketemu saya dengan tujuh orang. Saya tidak terima. Roy Suryo mau ketemu, saya tolak," ujarnya kepada wartawan pada Minggu (19/4/2026).

Menurutnya, niatan Rismon dan kawan-kawan itu disampaikan kepada salah satu orang terdekatnya.

Hanya saja, ia dengan tegas meminta orang dekatnya itu untuk menolak niatan pertemuan tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung