Berita, Nasional

Riset Celios Menempatkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Posisi Terbawah Rapor Kinerja Kabinet

Repelita.net

13 October 2026 17:40 WIB • 117 view

Riset Celios Menempatkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Posisi Terbawah Rapor Kinerja Kabinet
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Kepala instansi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia berada di peringkat paling bawah dalam penilaian capaian kerja pejabat setingkat menteri.

Kondisi tersebut didasarkan pada hasil studi berkala yang digarap oleh Center of Economic and Law Studies bersama kelompok Kabinet Bayangan.

ADVERTISEMENT

Laporan evaluasi bertajuk Rapor 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran menempatkan sang menteri pada posisi terbawah dengan akumulasi ponten mencapai minus 159.

Dalam penjelasannya kepada awak media pada Senin, 12 Oktober 2026, Direktur Utama CELIOS Bhima Yudhistira memaparkan hasil perolehan angka indeks terendah tersebut.

“Bahlil Lahadalia (Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral) menempati posisi terendah dengan skor -159,” kata Bhima Yudhistira selaku pimpinan lembaga riset ekonomi tersebut.

Proses pengumpulan data jajak pendapat masyarakat ini dilaporkan telah berjalan sejak tanggal 15 September hingga berakhir pada 9 Oktober 2026.

Pada barisan menteri dengan kinerja kurang memuaskan, kedudukan Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai berada persis di atas posisi juru kunci.

Pejabat bidang penegakan HAM tersebut berada pada urutan kedua dari bawah dengan perolehan skor minus 158, atau terpaut tipis satu angka dari sang Menteri ESDM.

Menurut analisis dari pihak penyelenggara kajian ilmiah, tingginya angka negatif tersebut menjadi representasi dari pandangan miring publik atas kinerja tokoh bersangkutan.

Akumulasi nilai minus di atas kertas disarankan menjadi acuan penting bagi pemegang kekuasaan dalam menakar ulang komposisi pembantu presiden.

“Skor negatif ini menunjukkan bahwa kinerjanya lebih sering dinilai buruk, sehingga layak menjadi prioritas evaluasi dan reshuffle,” tegas Bhima Yudhistira memungkasi penjelasannya.

Secara berkebalikan, posisi puncak untuk kategori pembantu presiden dengan catatan performa terbaik justru ditempati oleh mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Eks bendahara negara yang posisinya baru saja digantikan tersebut sukses membukukan skor penilaian sebesar 291 di peringkat pertama.

Angka perolehan tertinggi milik Purbaya Yudhi Sadewa tersebut terpaut sangat jauh melampaui raihan angka milik para menteri lainnya.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menguntit pada urutan kedua dengan skor 140, atau tidak sampai setengah dari nilai pemuncak daftar.

Adapun kursi peringkat ketiga diduduki oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono lewat angka 127.

Berikut susunan lengkap sepuluh pejabat negara dengan indeks capaian terbaik versi riset tersebut:

Pertama ditempati Purbaya Yudhi Sadewa selaku mantan Menteri Keuangan dengan raihan skor 291.

Kedua diraih oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang mengumpulkan nilai kepuasan publik sebanyak 140.

Ketiga diduduki Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono dengan angka 127.

Keempat diisi oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin yang memperoleh akumulasi nilai kepuasan sebesar 12.

Kelima ditempati oleh Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Maman Abdurrahman lewat catatan angka kepuasan 11.

Keenam diisi oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang memperoleh total penilaian publik di angka 8.

Ketujuh ditempati secara bersama oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait dengan raihan skor kepuasan 6.

Kedudukan kedelapan diisi oleh Menko Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra yang juga mengantongi skor 6.

Kesembilan ditempati oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti lewat perolehan angka penilaian publik sebesar 5.

Posisi kesepuluh ditutup oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang mencatatkan perolehan skor kinerja di angka 4.

Sementara itu, jajaran sepuluh pejabat dengan indeks performa kerja paling rendah berdasarkan pilihan masyarakat meliputi:

Urutan pertama diduduki oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang terbenam dengan nilai jeblok sebesar minus 159.

Urutan kedua ditempati oleh Menteri HAM Natalius Pigai yang mencatatkan total perolehan skor minus 158.

Urutan ketiga diisi oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang mengantongi catatan penilaian di angka minus 103.

Urutan keempat ditempati oleh Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono dengan torehan angka penilaian minus 47.

Urutan kelima diisi oleh Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan yang mendapatkan penilaian publik sebesar minus 43.

Urutan keenam diduduki oleh Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid dengan catatan rapor performa minus 24.

Urutan ketujuh ditempati secara bersama oleh Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno lewat perolehan skor minus 17.

Urutan kedelapan diduduki oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang juga memperoleh catatan indeks performa sebesar minus 17.

Urutan kesembilan ditempati secara bersama oleh Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar dengan skor minus 16.

Kedudukan kesepuluh ditutup oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang mengantongi catatan angka penilaian publik sebesar minus 16.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung