Berita, Nasional

Ridho Rahmadi: Jalur Hukum Sah, Jangan Jadikan Senjata Politik Lawan Amien Rais

Repelita.net

02 May 2026 19:26 WIB • 816 view

Ridho Rahmadi: Jalur Hukum Sah, Jangan Jadikan Senjata Politik Lawan Amien Rais
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Ketua Umum Partai Ummat, Ridho Rahmadi, akhirnya angkat bicara merespons rencana relawan Arus Bawah Prabowo (ABP) yang akan menempuh jalur hukum terhadap mertuanya sendiri, Amien Rais.

Ridho menegaskan bahwa pihaknya sama sekali tidak akan menghalangi proses hukum yang sedang direncanakan oleh kubu ABP tersebut.

ADVERTISEMENT

Namun ia memberikan peringatan tegas agar hukum tidak disalahgunakan untuk kepentingan politik tertentu yang bisa merusak keadilan.

Ridho menyampaikan bahwa setiap warga negara memang memiliki hak konstitusional untuk melapor secara hukum tanpa kecuali.

Meskipun demikian, ia sangat menekankan pentingnya objektivitas dan keadilan dalam proses hukum agar tidak terkesan sebagai upaya menekan pihak oposisi.

"Menempuh jalur hukum adalah hak konstitusional, dan kita tidak ingin menghalangi hak tersebut. Hanya saja, jangan sampai hukum jadi alat pukul politik yang tebang pilih sesuai selera kekuasaan," ujar Ridho saat dihubungi pada Sabtu (2/5/2026).

Terkait respons Amien Rais setelah pernyataannya mengenai kedekatan Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dianggap hoaks dan diancam dilaporkan ke polisi, Ridho mengungkapkan bahwa mertuanya tersebut menanggapi situasi ini dengan sangat tenang.

"Saya lihat Bapak biasa saja. Karena mengkritisi ketika ada yang harus diluruskan sudah jadi kebiasaan beliau sejak mahasiswa," ungkap Ridho lebih lanjut.

Sebelumnya, relawan Presiden Prabowo Subianto yang tergabung dalam Arus Bawah Prabowo (ABP) bereaksi keras terhadap pernyataan Amien Rais terkait hubungan antara Presiden Prabowo dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

ABP memastikan tengah menyiapkan langkah hukum karena menilai pernyataan tokoh senior tersebut telah melampaui batas dan menjurus pada fitnah keji.

Ketua DPP Arus Bawah Prabowo (ABP), Supriyanto, menegaskan bahwa narasi yang dibangun Amien Rais merupakan serangan personal yang sama sekali tidak memiliki pijakan data dan fakta.

Ia menilai ucapan tersebut sangat menyesatkan publik dan berpotensi memecah belah bangsa.

"Ucapan Amien Rais bentuk serangan personal yang serampangan terhadap Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Ini bukan lagi kritik, melainkan tuduhan keji tanpa dasar yang dipaksakan menjadi seolah-olah kebenaran. Pernyataan ini jelas halusinasi dan menyesatkan publik," tegas Supriyanto kepada wartawan di Jakarta, Jumat (1/5/2026).

Menurut ABP, Amien Rais telah menyeret isu moralitas pribadi ke ruang publik tanpa bukti yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Supriyanto mengingatkan bahwa dalam iklim demokrasi, ada garis tegas yang membedakan antara kritik konstruktif dengan pembunuhan karakter melalui gosip.

"Kalau kritik disampaikan dengan data dan argumen, itu sehat. Tapi kalau yang disebar adalah asumsi liar, gosip, dan insinuasi keji, itu bukan lagi demokrasi. itu pembunuhan karakter," lanjut Supriyanto dengan nada tegas.

Lebih lanjut, ABP menyayangkan perubahan retorika Amien Rais yang dinilai semakin ekstrem dan kehilangan rasionalitas dalam menyikapi kebijakan pemerintah.

Supriyanto menyebut pernyataan tersebut sangat tidak layak keluar dari sosok yang pernah menjadi bagian dari gerakan reformasi Indonesia.

"Pernyataan seperti ini lebih mirip opini halu yang dipaksakan menjadi fakta. Sangat disayangkan jika keluar dari seorang tokoh yang dulu dikenal sebagai bagian dari gerakan reformasi," ujarnya mengakhiri pernyataan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung