Berita, Internasional

Reza Pahlavi Disiram Cairan Merah di Berlin Usai Kritik Gencatan Senjata AS-Iran

Repelita.net

24 April 2026 12:38 WIB • 977 view

Reza Pahlavi Disiram Cairan Merah di Berlin Usai Kritik Gencatan Senjata AS-Iran
Foto: Istimewa

Repelita Berlin - Seorang tokoh oposisi Iran yang tinggal di pengasingan, Reza Pahlavi, menjadi sasaran serangan cairan saat berada di ibu kota Jerman pada hari Kamis.

Insiden tidak menyenangkan tersebut terjadi tepat ketika Pahlavi baru saja keluar dari sebuah gedung setelah menghadiri konferensi pers di sana.

ADVERTISEMENT

Cairan berwarna merah menyiram tubuhnya di area luar gedung konferensi pers federal Jerman, tidak lama setelah ia melontarkan kritik tajam terhadap kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.

Meskipun cairan tersebut mengenai bagian belakang jas dan lehernya, putra mahkota Iran yang berusia 65 tahun itu tampak tidak mengalami luka fisik sedikit pun.

Ia bahkan sempat menyempatkan diri melambaikan tangan kepada para pendukungnya sebelum dengan tenang masuk ke dalam kendaraan dan meninggalkan lokasi kejadian.

Pihak kepolisian setempat menduga kuat bahwa cairan merah yang digunakan pelaku hanyalah jus tomat biasa, bukan zat berbahaya.

Pelaku penyerangan langsung diamankan oleh petugas di tempat kejadian, namun identitasnya dirahasiakan sesuai dengan hukum privasi yang berlaku di Jerman.

Reza Pahlavi merupakan putra dari shah Iran terakhir yang secara paksa digulingkan melalui Revolusi Iran pada tahun 1979.

Meskipun telah lama tinggal di luar negeri, ia terus berupaya mengambil peran dalam dinamika politik Iran masa depan, meskipun tingkat dukungan terhadapnya di dalam negeri masih belum jelas dan sulit diukur.

Dalam kunjungannya ke Berlin kali ini, ia juga mendesak negara-negara Eropa untuk bersikap lebih aktif dalam mendukung perjuangan rakyat Iran menuju sistem demokrasi.

Ia menuding keras bahwa pemerintah Iran saat ini terus melakukan praktik penindasan, termasuk eksekusi mati terhadap para tahanan politik.

Sementara itu di tempat terpisah, Kanselir Jerman Friedrich Merz menyatakan dukungannya terhadap perpanjangan masa gencatan senjata guna membuka peluang yang lebih luas bagi proses diplomasi lanjutan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung