Berita, Nasional

Ray Rangkuti Sebut Kans AHY Dampingi Prabowo Terganjal Manuver Jokowi Menuju 2029

Repelita.net

09 September 2026 22:31 WIB • 407 view

Ray Rangkuti Sebut Kans AHY Dampingi Prabowo Terganjal Manuver Jokowi Menuju 2029
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti memproyeksikan peluang politik Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono untuk meramaikan bursa pemilihan presiden mendatang.

Salah satu skenario rasional yang mulai dikalkulasikan oleh para pengamat adalah kans politisi muda tersebut untuk mendampingi kepemimpinan nasional sebagai kandidat wakil presiden.

ADVERTISEMENT

Kendati demikian, konstelasi elektoral tersebut diprediksi tidak akan berjalan mulus akibat adanya potensi manuver tandingan dari kubu mantan Presiden Joko Widodo.

Faktor keberadaan wakil presiden saat ini dinilai menjadi variabel penting yang dapat mengubah arah dukungan serta peta koalisi partai politik di masa depan.

Sorotan itu mengemuka tatkala Ray menganalisis substansi pidato kebangsaan yang belum lama ini disampaikan oleh putra sulung Presiden keenam RI tersebut.

Pesan moral mengenai batasan masa jabatan jabatan publik ditengarai merupakan bentuk peringatan tersendiri terhadap lingkaran kekuasaan sebelumnya.

“Bahasa moral soal kekuasaan bukan punya seseorang dan bukan selamanya dari dia tentu ada kaitan dengan kontestasi menuju 2029,” kata Ray, Rabu (9/9/2026).

Pernyataan asli yang dilontarkan oleh Agus Harimurti Yudhoyono sendiri secara tegas menggarisbawahi bahwa legitimasi jabatan tidak pernah bersifat abadi.

"Kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya, kekuasaan adalah amanah rakyat yang memiliki batas waktu. Jangan dihalang-halangi hak rakyat untuk memilih dan untuk dipilih," kata AHY.

Gagasan filosofis tersebut lantas diterjemahkan oleh para analis politik sebagai sinyal pergerakan awal untuk menguji ombak kekuatan menuju tahun dua ribu dua puluh sembilan.

Di sisi lain, pengamat komunikasi politik Hendri Satrio turut melayangkan pandangan serupa terkait kalkulasi matang yang lazim dimainkan oleh figur mantan kepala negara.

Ia berpendapat bahwa poros politik Cikeas tidak menutup kemungkinan akan membangun aliansi strategis guna mengimbangi kekuatan kubu Istana.

Walaupun demikian, seluruh wacana pemasangan tokoh nasional tersebut masih sebatas pembacaan dinamika awal yang sangat cair dan dinamis.

Perkembangan peta perpolitikan tanah air dipastikan akan sangat bergantung pada soliditas koalisi partai pendukung serta tingkat elektabilitas masing-masing kandidat.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung