Repelita Jakarta - Sorotan tajam kembali mengarah pada polemik dokumen kelulusan formal milik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang memicu perhatian publik di parlemen.
ADVERTISEMENT
Langkah taktis disarankan oleh pengamat politik Ray Rangkuti kepada salah satu partai besar guna meredam perdebatan yang terus bergulir di tengah masyarakat.
Pihak partai berlambang pohon beringin dinilai memiliki kapasitas untuk membujuk mantan kepala negara agar bersedia menunjukkan bukti kelulusan tingkat menengah atas milik putranya.
Dokumen yang dimaksud merupakan ijazah sekolah atau akademik sederajat yang diperoleh sang wakil presiden dari lembaga pendidikan di Australia.
Saran strategis tersebut disampaikan secara langsung oleh Ray Rangkuti saat menghadiri agenda pertemuan resmi di Gedung DPR RI Jakarta.
Pertemuan penting berupa audiensi formal tersebut dilaksanakan pada hari Senin tanggal 12 Oktober 2026.
Kegiatan diskusi tersebut melibatkan perwakilan dari Aliansi Kolektif Sipil yang secara khusus bertamu ke ruang rapat Fraksi Partai Golkar.
Agenda penyampaian aspirasi masyarakat tersebut turut dihadiri oleh Anggota Komisi II DPR RI Fraksi Golkar Ahmad Doli Kurnia.
Isu sensitif mengenai keabsahan dokumen akademis ini langsung memicu gelombang komentar dari para pengguna platform media digital.
Keterangan tertulis mengenai jalannya audiensi tersebut disebarluaskan oleh akun @dialek.id.
Narasi dalam unggahan publikasi tersebut menyatakan, "Pengamat politik, Ray Rangkuti mengatakan Golkar bisa merayu Joko Widodo agar memperlihatkan ijazah SMA atau sederajat Wakil Presiden Gibran Rakabuming dari sekolahnya di Australia."
Bagian lanjutan dari informasi publik itu menegaskan, "Hal tersebut disampaikan Ray saat Aliansi Kolektif Sipil (AKSI) beraudiensi dengan Fraksi Partai Golkar di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (12/10/2026)."
Pihak pengelola akun sosial media tersebut mengakhiri pengumuman dengan menuliskan, "Hadir dalam audiensi tersebut Anggota Komisi II DPR Fraksi Golkar, Ahmad Doli Kurnia."
Berbagai tanggapan dari netizen kemudian bermunculan pada kolom komentar digital merespons wacana pemeriksaan berkas kelulusan tersebut.
Seorang pengguna internet dengan identitas akun @edwardsuyus mengekspresikan ketidaksetujuan singkat dengan menulis, "Ngawur....."
Komentar lain datang dari akun @edu.pandiangan yang menyatakan ketidakpercayaannya terhadap pendapat sang pengamat politik secara lugas.
Warganet tersebut memberikan pernyataan tertulis, "Saya lebih Percaya Gibran dari Pada Ray Rangkuti ini,Dimata dia Hanya Dia Sendiri Yang Paling Jujur dan Taat Hukum"
Sentimen ketidakpuasan terhadap kinerja wakil rakyat juga disampaikan oleh akun @h4ry4nt08 yang menuntut tindakan tegas dari lembaga negara.
Netizen tersebut menuliskan opininya secara blak-blakan, "Kalau DPR, MPR, PARPOL tidak mendukung rakyat, bubarkan dan nepalkan semua anggotanya."
Kritik terhadap rekam jejak pergaulan sang pengamat juga dilontarkan oleh akun @imade_darmaja dalam kolom interaksi.
Warga digital tersebut memberikan komentar ringkas, "Abang ini pintar, sayangnya salah pergaulan. ."
Sementara itu, tanggapan mengenai perbandingan posisi dengan tokoh pengamat lain ditulis oleh akun @purba1435.
Akun tersebut berpendapat, "Walaupun pintar,sayang tdk / belum di beri jabatan di pemerintahan.Beda dg Rocky Gerung yg selalu mengkritik pemerintah,diangkat jadi Anggota Wantim( Dewan pertimbangan )."
Pernyataan penutup yang bernada sindiran mengenai kelengkapan dokumen keluarga disampaikan oleh akun @tonileong di akhir halaman.
Pengguna platform digital tersebut menuliskan saran tambahan, "Sekalian perlihatkan sama ijazah bapaknya "(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads