Berita, Internasional

Raja Charles Sindir Trump: Tanpa Inggris, AS Akan Berbicara Bahasa Prancis

Repelita.net

29 April 2026 23:41 WIB • 1,065 view

Raja Charles Sindir Trump: Tanpa Inggris, AS Akan Berbicara Bahasa Prancis
Foto: Istimewa

Repelita Washington DC - Raja Charles III melontarkan sindiran tajam kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam jamuan makan malam kenegaraan di Gedung Putih pada Selasa, 28 April 2026, dengan berkelakar bahwa tanpa Inggris mungkin warga AS saat ini akan berbicara dalam bahasa Prancis.

Sindiran tersebut muncul sebagai balasan atas pernyataan Trump sebelumnya yang menyebut bahwa tanpa bantuan Amerika Serikat dalam Perang Dunia II, bangsa-bangsa Eropa akan berbicara dalam bahasa Jerman.

ADVERTISEMENT

“Bapak Presiden, Anda baru-baru ini berkomentar, jika bukan karena Amerika Serikat, negara-negara Eropa akan berbicara bahasa Jerman. Saya berani menyampaikan, jika bukan karena kami, Anda akan berbicara bahasa Prancis,” kata Raja Charles dengan nada jenaka di hadapan para tamu undangan.

Pernyataan raja Inggris itu merujuk secara langsung pada sejarah persaingan kolonial antara Inggris dan Prancis di wilayah Amerika Utara sebelum kemerdekaan Amerika Serikat 250 tahun silam.

Inggris dan Prancis pernah bersaing secara sengit memperebutkan kendali atas benua tersebut, dan Inggris keluar sebagai pemenang setelah mengalahkan Prancis dalam berbagai pertempuran.

Kedua pemimpin saling bertukar lelucon selama jamuan makan malam kenegaraan yang digelar di ruang makan negara Gedung Putih tersebut.

Saat Konferensi Tingkat Tinggi Davos di Swiss pada Januari 2026 lalu, Trump memang semat menyatakan bahwa tanpa bantuan AS dalam Perang Dunia II, bangsa Eropa akan berbicara bahasa Jerman dan sedikit bahasa Jepang.

Pernyataan kontroversial Trump itu sempat memicu reaksi beragam dari para pemimpin Eropa yang merasa pencapaian perang mereka diremehkan.

Namun Raja Charles memilih pendekatan yang lebih ringan dengan membalas melalui lelucon sejarah yang cerdas di hadapan publik.

Jamuan makan malam kenegaraan tersebut merupakan bagian dari kunjungan resmi Raja Charles III ke Amerika Serikat yang berlangsung selama beberapa hari.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi pemerintah AS, anggota kabinet, para duta besar, serta tokoh-tokoh terkemuka dari berbagai bidang.

Baik Trump maupun Raja Charles tampak menikmati suasana santai meskipun di tengah ketegangan internasional yang melibatkan konflik di Timur Tengah.

Sindiran halus melalui lelucon sejarah ini menjadi bukti bahwa hubungan diplomatik antara Inggris dan Amerika Serikat tetap hangat meskipun ada perbedaan pendapat dalam berbagai isu global.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung