Repelita [Jakarta] - Desakan agar kepolisian menindaklanjuti tudingan terkait keberadaan bunker penyimpanan uang di kediaman Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, kembali menguat di ruang publik.
Isu ini mencuat kembali setelah pihak berwenang menemukan ruang rahasia berisi tumpukan uang dan emas di kediaman mantan pejabat tinggi kejaksaan di kawasan Bogor.
ADVERTISEMENT
Temuan tersebut memicu reaksi dari berbagai pihak yang kemudian membandingkannya dengan pernyataan politikus PDI Perjuangan, Beathor Suryadi, beberapa waktu lalu.
Peneliti media dan politik, Buni Yani, turut mendesak aparat penegak hukum untuk melakukan pengusutan terkait dugaan tersebut melalui akun media sosial pribadinya, Selasa (14/7/2026).
https://www.facebook.com/buni.yani.3
Bunker Jokowi kalau tidak di Solo ya di Karanganyar. Ayo Polri dan Kejaksaan berani ndak? Prabowo punya nyali ndak?, tulis Buni Yani dalam unggahannya.
Sebelumnya, Beathor Suryadi melalui sebuah program bincang-bincang sempat melontarkan dugaan adanya fasilitas penyimpanan uang rahasia di rumah Jokowi.
Ia bahkan berspekulasi bahwa jumlah dana yang tersimpan di sana jauh melampaui temuan kasus-kasus korupsi besar yang pernah diungkap aparat penegak hukum.
Penting untuk dicatat bahwa klaim mengenai bunker di kediaman Jokowi hingga saat ini baru sebatas asumsi dan belum memiliki dasar hukum yang valid.
Aparat penegak hukum pun sejauh ini belum memberikan konfirmasi atau temuan resmi yang membenarkan adanya bunker di kediaman mantan kepala negara tersebut. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok