Berita, Nasional

Projo Sebut Mantan Presiden Jokowi Siap Safari Keliling Indonesia, Pangi Kritik Peralihan Fungsi PSI Jadi Proteksi Keluarga

Repelita.net

21 May 2026 15:39 WIB • 561 view

Projo Sebut Mantan Presiden Jokowi Siap Safari Keliling Indonesia, Pangi Kritik Peralihan Fungsi PSI Jadi Proteksi Keluarga
Foto: Istimewa

Repelita [Solo] - Rencana kembalinya mantan Kepala Negara ke panggung politik praktis pasca-masa jabatan formalnya berakhir memicu sorotan tajam serta polemik mengenai esensi posisi seorang negarawan.

Langkah turun gunung yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat tersebut dinilai bertolak belakang dengan janji awal untuk menghabiskan masa purnatugas dengan tenang di kampung halaman.

ADVERTISEMENT

Informasi mengenai pemulihan kondisi kesehatan serta persiapan pergerakan lapangan ini disiarkan melalui saluran YouTube resmi milik @MediaIndonesia.

Jajaran organisasi massa loyalis mengonfirmasi bahwa kesiapan fisik sang tokoh sudah hampir mencapai batas sempurna untuk memimpin mobilisasi jaringan di berbagai daerah strategis.

Sekretaris Jenderal Projo, Fredy Alex Damanik, membeberkan rencana perjalanan keliling nusantara tersebut dengan menegaskan pernyataan "Pak jokowi menyampaikan beberapa hal kepada relawannya, yang pertama kesehatannya sudah pulih 99 persen, dan rencananya bulan depan (Juni), beliau sudah akan keliling indonesia kembali untuk menyapa masyarakat. Pak jokowi akan didampingi relawannya ketika mengunjungi suatu daerah,".

Meskipun secara formal agenda tersebut diklaim sebagai bentuk silaturahmi biasa kepada warga, kalangan pengamat menilai adanya muatan konsolidasi jangka panjang demi menjaga eksistensi politik dinasti.

Dominasi pengaruh personal mantan presiden diproyeksikan bakal dikerahkan secara terstruktur guna memperkuat posisi tawar partai politik baru yang kini dipimpin oleh putra bungsunya.

Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago, memberikan kritik mendalam mengenai pergeseran orientasi perjuangan organisasi kepartaian tersebut dari wadah kaderisasi nasional menjadi instrumen proteksi keluarga.

Ia membongkar pola kampanye terselubung yang menempatkan popularitas individu di atas cita-cita ideologi partai dengan memaparkan kalimat "saya terus terang mengkampanyekan keluarganya bukan PSI-nya mengkampanyekan keluarganya bagaimana menyampaikan bahwa kalau enggak ada PSI keluarga saya tidak jelas lagi masa depannya".

Publik kini mendesak mantan pemimpin nasional untuk bersedia membatasi diri dari aktivitas perebutan kekuasaan harian guna menjaga wibawa luhur lembaga kepresidenan.

Kegigihan untuk tetap berada di gelanggang kekuasaan secara berlebihan dikhawatirkan justru akan melahirkan antipati masyarakat yang memandang jabatan bukan lagi sebagai amanah melainkan candu kekuasaan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung