Repelita Jakarta - Rencana pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp11 triliun untuk program rekening gratis menjadi sorotan di media sosial pada 9 September 2026.
Informasi tersebut disampaikan melalui unggahan akun Threads @bacakoran.co sekitar tiga jam sebelum tangkapan feed tersebut dihimpun, dengan menyebut sasaran program mencapai 200 juta penduduk Indonesia.
ADVERTISEMENT
Dalam unggahannya, akun tersebut menyebut setiap rekening akan memperoleh saldo awal sebesar Rp50.000, sementara sumber anggarannya disebut direncanakan berasal dari APBN 2026 atau 2027.
Unggahan itu kemudian memancing beragam tanggapan dari warganet yang mempertanyakan rencana pelaksanaan program tersebut, termasuk mengenai sumber dana dan potensi persoalan dalam pengelolaannya.
Akun @indrilw08 menanggapi rencana tersebut dengan komentar yang mempertanyakan kemungkinan penyalahgunaan anggaran dan menuliskannya secara langsung.
"Rencana nya mau di korupsi berapa ? Zuzur zanggal"
Komentar lain datang dari akun @tian_learningcrypto yang menyinggung kemungkinan adanya berbagai cara untuk memanfaatkan program tersebut secara tidak semestinya.
"Biasalah tikus mah ada aja caranya"
Sementara itu, akun @kaspakapok memberikan tanggapan singkat mengenai kemungkinan sumber pembiayaan program yang sedang diperbincangkan tersebut.
"Pasti pajak"
Akun @mrsjon juga menyampaikan pandangannya mengenai kondisi keuangan negara serta berbagai kemungkinan program yang dapat dikembangkan untuk menghasilkan pemasukan.
"Namanya juga negara kepepet duit, apa aja yg bisa dijadiin duit pastilah diduitin"
Sorotan berikutnya disampaikan akun @stefan_hendra yang meminta pemerintah lebih dahulu memperhatikan sejumlah persoalan lain, termasuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta kesejahteraan guru dan tenaga kesehatan.
"Aduh aneh aneh bener program nya ya, itu beresin dulu mbg itu pak trus gaji guru nakes itu perhatikan pak, malah uangnya lari kemana mana"
Percakapan tersebut menunjukkan adanya respons beragam terhadap kabar mengenai rencana rekening gratis, mulai dari pertanyaan soal sumber dana hingga kritik mengenai prioritas penggunaan anggaran pemerintah.
Namun, seluruh komentar yang disampaikan dalam rangkaian unggahan tersebut merupakan pendapat pengguna media sosial dan tidak dengan sendirinya membuktikan adanya korupsi, penyalahgunaan anggaran, ataupun kepastian mengenai sumber dana program.
Informasi mengenai besaran anggaran, target penerima, saldo awal, serta sumber pembiayaan sebagaimana disebut dalam unggahan @bacakoran.co juga merupakan informasi yang disampaikan melalui media sosial dalam feed tersebut. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads