Repelita [Jakarta] - Pakar hukum tata negara dari Universitas Gadjah Mada, Zainal Arifin Mochtar, memberikan tanggapan atas pandangan kepala negara ihwal konflik elite.
Akademisi yang akrab disapa Uceng tersebut berpendapat bahwa keberadaan kelompok penyeimbang tidak boleh disamakan dengan perseteruan politik.
ADVERTISEMENT
Kehadiran oposisi justru amat krusial guna memastikan jalannya roda kekuasaan tetap berada dalam koridor serta terhindar dari kesewenang-wenangan.
“Oposisi itu bukan ribut. Oposisi ada untuk menjaga Anda dan para elite agar tidak bertindak ngawur,” kata Zainal.
Ia memandang ketegangan di kalangan pemegang kekuasaan kerap timbul akibat pembiaran serta minimnya kapasitas penyelesaian masalah.
Persoalan tersebut sering kali mencuat pada ranah pertahanan keamanan maupun dinamika hubungan antarrezim yang saling berganti.
“Elite ribut itu karena ada pembiaran. Pertanyaan reflektifnya, apakah ada kemampuan yang cukup untuk menyelesaikan konflik antarelite, misalnya yang terjadi di sektor keamanan dan pertahanan atau antara rezim saat ini dengan rezim sebelumnya?” ujarnya.
Lebih lanjut, persaingan sengit antarpara penguasa tersebut dianalisis bersumber dari perebutan fasilitas ekonomi serta perburuan rente.
“Elite itu berantem karena cakar-cakaran rebutan menjadi pemburu rente. Karena itu, kalimat yang tepat seharusnya adalah tidak ada negara yang bisa bertahan melakukan perbaikan jika elitenya sibuk bersikap koruptif dan menjadi pemburu rente,” katanya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto sempat menyerukan pentingnya persatuan nasional dengan merujuk pada pengalaman historis berbagai bangsa.
Kepala negara menilai kunci keberhasilan suatu peradaban terletak pada kemampuan para tokoh pimpinannya untuk merajut kerja sama.
“Yang terutama kita pelajari adalah perlunya sinergi antarelite, perlunya kerja sama dan kolaborasi. Semua bangsa yang berhasil, elitenya bisa bekerja sama. Semua negara yang gagal, elitenya ribut,” ujar Prabowo.
Pengertian kelompok pimpinan tersebut mencakup spektrum luas mulai dari kalangan politik, ekonomi, cendekiawan, hingga pemuka agama.
Pemerintah berpesan agar seluruh elemen strategis negeri senantiasa mendahulukan kepentingan bersama demi menghindari kemunduran bangsa.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok