Berita, Nasional

Presiden Mahasiswa UIN Alauddin Apresiasi Stabilitas Harga BBM di Tengah Krisis Global dan Imbau Masyarakat Tak Panic Buying

Repelita.net

04 April 2026 17:50 WIB • 935 view

Presiden Mahasiswa UIN Alauddin Apresiasi Stabilitas Harga BBM di Tengah Krisis Global dan Imbau Masyarakat Tak Panic Buying
Foto: Istimewa

Repelita Makassar - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel telah memicu disrupsi energi global yang signifikan, terutama setelah penutupan Selat Hormuz oleh Iran sebagai jalur vital pemasok hampir 20 persen kebutuhan minyak dunia.

Akibatnya, harga minyak mentah internasional melambung tinggi dan menciptakan krisis energi di berbagai negara, namun di tengah tekanan global tersebut Indonesia justru mencatatkan rekam jejak yang impresif dengan menjaga stabilitas harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

ADVERTISEMENT

Indonesia tercatat sebagai salah satu negara dengan harga energi paling stabil di kawasan Asia Tenggara atau ASEAN, sebuah kondisi yang mendapat apresiasi khusus dari kalangan akademisi dan aktivis mahasiswa.

Presiden Mahasiswa (Presma) UIN Alauddin Makassar, Muh. Zulhamdi Suhafid, menyatakan bahwa keberhasilan menjaga harga BBM agar tidak mengalami kenaikan adalah bukti nyata dari efektivitas mitigasi energi yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

"Di saat negara-negara tetangga mulai melakukan penyesuaian harga akibat krisis di Timur Tengah, Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo dan Menteri Bahlil mampu menunjukkan resiliensi yang luar biasa. Langkah-langkah taktis dalam mengamankan cadangan penyangga energi nasional patut kita beri apresiasi," ujar Zulhamdi Suhafid dalam keterangannya pada Sabtu, 4 April 2026.

Meskipun harga tetap stabil, Zulhamdi memberikan catatan kritis mengenai adanya indikasi potensi kelangkaan BBM di sejumlah daerah yang dipicu oleh perilaku konsumsi berlebihan atau panic buying oleh sebagian masyarakat.

"Harga BBM kita stabil dan tidak naik, namun tantangan saat ini adalah distribusi di tingkat akar rumput. Kami melihat adanya fenomena panic buying di berbagai SPBU Pertamina yang justru menciptakan kesan kelangkaan. Masyarakat merespons konflik global dengan kekhawatiran berlebih, yang jika dibiarkan, akan mengganggu kelancaran suplai nasional," tambahnya.

Selaku pimpinan mahasiswa, Zulhamdi Suhafid menghimbau seluruh elemen masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan tata kelola energi kepada pemerintah karena langkah-langkah diplomasi energi sudah cukup untuk menjamin stok domestik.

"Saya menghimbau kepada masyarakat, khususnya di Sulawesi dan wilayah Indonesia lainnya, agar jangan panik dan jangan khawatir secara berlebihan. Pemerintah telah membuktikan komitmennya untuk selalu mengutamakan kepentingan rakyat kecil. Mari kita konsumsi BBM secara bijak dan tidak melakukan penimbunan, agar stabilitas ini tetap terjaga hingga krisis geopolitik mereda," tegas Zulhamdi.

Presma UINAM menegaskan bahwa mahasiswa akan terus mengawal kebijakan energi ini untuk memastikan bahwa stabilitas harga tetap berjalan beriringan dengan kelancaran distribusi hingga ke wilayah pelosok.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung