Berita, Timur Tengah

Presiden Iran Puji Kerendahan Hati Mojtaba Khamenei Usai Pertemuan Perdana Sejak Menjabat Pemimpin Tertinggi

Repelita.net

08 May 2026 23:33 WIB • 935 view

Presiden Iran Puji Kerendahan Hati Mojtaba Khamenei Usai Pertemuan Perdana Sejak Menjabat Pemimpin Tertinggi
Foto: Istimewa

Repelita Teheran - Presiden Iran Masoud Pezeshkian akhirnya memberikan keterangan resmi mengenai pertemuannya dengan Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam yang baru, Mojtaba Khamenei, yang selama ini masih terkesan menutup diri dari publik.

Momen pertemuan tatap muka ini menjadi pembicaraan hangat di kancah internasional lantaran sosok Mojtaba belum pernah menampakkan diri secara langsung sejak ia resmi menjabat pada awal Maret tahun dua ribu dua puluh enam.

ADVERTISEMENT

Pezeshkian memberikan konfirmasi bahwa sesi pembicaraan mendalam antara dirinya dengan putra mendiang Ali Khamenei tersebut berlangsung cukup lama yakni mencapai durasi sekitar dua hingga dua setengah jam.

"Saya berkesempatan bertemu dengan pemimpin kita tercinta.Saya berbicara dengannya selama hampir dua jam, dua setengah jam," kata Pezeshkian saat membagikan pengalamannya tersebut dalam sebuah tayangan yang disiarkan oleh media nasional.

Kepala negara Republik Islam tersebut mengaku merasa sangat terkesan dengan karakter kepemimpinan yang ditunjukkan oleh Mojtaba karena dinilai memiliki pandangan yang sangat luas namun tetap bersahaja.

"Pertama-tama saya harus memberitahu anda, perspektifnya, cara berperilakunya dia benar-benar orang yang tulus dan rendah hati dari seorang pemimpin apakah kita benar-benar mengharapkan cara berperilaku seperti itu? begitulah dia sebenarnya," ucap Pezeshkian.

Untuk diketahui bahwa Mojtaba terpilih pada tanggal sembilan Maret tahun ini guna mengemban amanah menggantikan posisi sang ayah yang dilaporkan telah tiada akibat gempuran serangan udara gabungan pada akhir Februari silam.

Sejak penunjukan resminya tersebut sosok ini hanya berkomunikasi melalui memo tertulis yang memicu berbagai dugaan liar di tengah masyarakat internasional mengenai kondisi fisik maupun keberadaan aslinya saat ini.

Ketidakhadirannya di hadapan khalayak memunculkan isu bahwa dirinya sempat mengalami luka serius saat pecahnya konflik militer di kawasan Asia Barat meskipun potret wajahnya kini sudah menghiasi berbagai sudut kota di Iran.

Gaya kepemimpinan Mojtaba dinilai sangat kontras jika dibandingkan dengan mendiang ayahnya yang dikenal sangat aktif menghadiri berbagai seremoni kenegaraan serta menyapa langsung para pendukungnya di ruang terbuka.

Sementara itu ketegangan militer di jalur perdagangan energi dunia kembali memanas setelah terjadi kontak senjata antara pasukan Amerika Serikat dengan unit tempur Iran di kawasan dekat Pulau Qeshm, Selat Hormuz.

Berdasarkan laporan di lapangan insiden baku tembak tersebut dipicu oleh aksi serangan terhadap sebuah kapal pengangkut minyak milik Teheran yang sedang melintas di jalur vital pelayaran internasional tersebut pada hari Kamis lalu.

Otoritas militer Teheran mengeklaim bahwa unit pertahanan mereka berhasil meluncurkan serangan balasan menggunakan proyektil rudal yang menyebabkan armada lawan mengalami kerusakan parah hingga terpaksa mundur dari lokasi konflik.

Namun klaim berbeda dilontarkan oleh komando pusat militer Amerika Serikat yang menyatakan bahwa pihaknya justru berhasil menghalau serangan Teheran yang diarahkan kepada tiga kapal perang mereka di Selat Hormuz.

Pihak Washington menegaskan bahwa serangan balasan justru mereka lancarkan terhadap fasilitas instalasi militer Iran yang dianggap sebagai penanggung jawab utama atas tindakan agresif yang membahayakan personel mereka.

Pentagon menyatakan meskipun pihaknya tidak menginginkan terjadinya perluasan konflik bersenjata namun seluruh pasukan di kawasan Timur Tengah tetap berada dalam posisi siaga tempur tertinggi guna menjaga aset negara.

Situasi kian keruh setelah Juru Bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia, Ebrahim Zolfaghari, melontarkan tuduhan bahwa pihak Amerika Serikat telah secara sengaja mencederai kesepakatan penghentian serangan yang ada.

“Militer AS yang agresif, teroris, dan penjarah melanggar gencatan senjata dengan menargetkan sebuah kapal tanker minyak Iran yang berlayar dari perairan pesisir Iran di wilayah Jask menuju Selat Hormuz, serta kapal lain yang memasuki Selat Hormuz di lepas pelabuhan Fujairah di UEA,” katanya dikutip dari kantor berita TasnimNews pada Jumat, 8 Mei 2026.

Zolfaghari juga menambahkan bahwa tindakan militer tersebut juga menyasar wilayah-wilayah sipil di sepanjang pesisir pantai melalui operasi serangan udara yang dilakukan dengan bantuan dari beberapa negara di kawasan tersebut.

“Pada saat yang sama, daerah sipil menjadi sasaran serangan udara dengan kerja sama beberapa negara regional di sepanjang pantai Bandar Khamir, Sirik, dan Pulau Qeshm," sambungnya memberikan rincian area terdampak.

Sebagai aksi balasan langsung unit angkatan laut Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC segera menggelar operasi tempur skala masif dengan mengerahkan berbagai alutsista canggih ke arah posisi kapal-kapal perusak milik Amerika Serikat.

“Menyusul pelanggaran gencatan senjata dan agresi militer AS yang teroris terhadap kapal tanker minyak Iran di dekat pelabuhan Jask, dan ketika kapal perusak militer AS yang teroris mendekati Selat Hormuz, operasi gabungan skala besar dan tepat sasaran telah dilakukan," kata Laksamana Madya Alireza Tangsiri.

Komandan tertinggi angkatan laut tersebut merinci bahwa pihaknya telah menghujani armada laut lawan dengan menggunakan kombinasi rudal balistik serta pesawat nirawak yang dilengkapi dengan daya ledak tinggi.

“Pemantauan intelijen menunjukkan kerusakan yang cukup besar pada musuh Amerika, dan tiga kapal perang musuh yang menyerang dengan cepat melarikan diri dari wilayah Selat Hormuz,” timpalnya lagi yang menegaskan keunggulan taktis pihak Iran.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung