Berita, Sport

Presiden FIFA Abaikan Titah Donald Trump, Wajibkan Timnas Iran Tetap Datang ke AS untuk Piala Dunia 2026

Repelita.net

16 April 2026 19:01 WIB • 945 view

Presiden FIFA Abaikan Titah Donald Trump, Wajibkan Timnas Iran Tetap Datang ke AS untuk Piala Dunia 2026
Foto: Istimewa

Repelita Zurich - Presiden FIFA Gianni Infantino mengabaikan titah Donald Trump dan secara tegas mewajibkan Timnas Iran untuk datang ke Amerika Serikat demi tampil di ajang Piala Dunia 2026.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat tersebut secara tersurat telah melarang Timnas Iran masuk ke negaranya dan mentas di kompetisi sepak bola bergengsi tersebut.

ADVERTISEMENT

Larangan bagi Timnas Iran untuk masuk ke Negeri Paman Sam tak lepas dari eskalasi politik yang memanas antara kedua negara dalam beberapa bulan terakhir.

"Tim nasional sepak bola Iran dipersilakan datang ke Piala Dunia," tulis Trump dalam akun media sosial ciptaannya sendiri, Truth Social.

"Tetapi, saya rasa tidak pantas kalau mereka datang ke AS, untuk kehidupan dan keselamatan mereka sendiri," tambahnya dalam unggahan tersebut.

Adanya larangan ini juga dibarengi dengan pernyataan Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, yang menyebut timnas negaranya ragu bisa berpartisipasi di Piala Dunia.

"Mengingat rezim korup ini telah membunuh pemimpin kita, dalam keadaan apa pun kita tidak dapat berpartisipasi dalam Piala Dunia," ujarnya menanggapi situasi politik yang terjadi.

Menanggapi larangan Trump dan pernyataan Donyamali, FIFA pun buka suara melalui Presiden Gianni Infantino yang mewajibkan Iran untuk tetap tampil di kompetisi tersebut.

Hal ini diungkapkan Infantino dalam forum Invest America CNBC di Washington D.C.

Pria keturunan Italia itu menyebut bahwa Timnas Iran wajib datang ke Amerika Serikat dan berpartisipasi karena mewakili jutaan masyarakat di negaranya.

Infantino mengonfirmasi bahwa para pemain Team Melli telah berkomitmen penuh untuk tampil di ajang Piala Dunia 2026.

Ia berharap situasi yang ada saat ini dapat segera mereda sehingga Piala Dunia 2026 bisa berjalan dengan damai tanpa hambatan politik.

Baginya, sepak bola tidak bisa dikaitkan dengan politik sehingga Iran harus datang dan ikut serta dalam kejuaraan akbar tersebut.

"Kami berharap pada saat itu, tentu saja, situasinya akan damai, itu pasti akan membantu," buka Infantino di hadapan para peserta forum.

"Tetapi Iran harus datang, tentu saja.

Mereka mewakili rakyat mereka.

Mereka telah lolos kualifikasi.

Para pemain ingin bermain."

"Mereka harus bermain karena olahraga sepak bola seharusnya berada di luar politik."

"Kita memang tidak tinggal di bulan, kita tinggal di Bumi.

Jika tidak ada orang lain yang percaya dalam membangun jembatan dan menjaganya tetap utuh dan bersatu, maka kita melakukan itu," pungkas pria berusia 56 tahun tersebut.

Sebelumnya, pihak Iran sempat mengajukan permintaan agar venue pertandingannya dipindah dari Amerika Serikat ke Meksiko.

Tetapi permintaan itu mendapat penolakan dari FIFA yang sudah menentukan logistik dan jadwal Piala Dunia 2026 secara matang.

Timnas Iran sendiri dijadwalkan akan memainkan pertandingan fase grup di Los Angeles melawan Selandia Baru dan Belgia.

Setelah itu, mereka akan bertanding di Seattle saat melakoni laga terakhir fase grup kontra Mesir.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung