Berita, Nasional

Prabowo: Pengusaha Indonesia Banyak Dosanya, Jangan Lagi Langgar Hukum

Repelita.net

10 June 2026 20:10 WIB • 880 view

Prabowo: Pengusaha Indonesia Banyak Dosanya, Jangan Lagi Langgar Hukum
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Sorotan tajam dialamatkan kepada komunitas pebisnis domestik saat pembukaan agenda nasional tengah berlangsung. Kepala Negara secara terbuka mengingatkan rekam jejak para pelaku usaha di masa lampau sembari mendorong lahirnya komitmen baru untuk mengedepankan kepatuhan hukum demi penguatan ekonomi domestik.

"Pengusaha Indonesia banyak dosanya. Betul? Lu enggak bisa bohong sama gue, gue udah ngerti lo," ujar Prabowo dalam Pembukaan Munas HIPMI XVIII di Bandar Lampung, Rabu (10/6). Sektor swasta diakui memegang peran krusial sebagai motor penggerak penciptaan lapangan pekerjaan sekaligus pilar utama kebangkitan finansial bangsa.

ADVERTISEMENT

Kendati demikian, akumulasi kapital yang diraih sepatutnya didistribusikan agar membawa dampak positif yang konkret bagi kemaslahatan masyarakat luas. Jiwa nasionalisme dan kepekaan sosial dinilai menjadi instrumen penting agar kesejahteraan tidak terkonsentrasi pada segelintir kelompok saja.

"Tapi kalau saudara kaya raya habis itu kekayaannya kau bawa lari di luar negeri dan kau tidak peduli dengan rakyat sekitarmu, ya masa depan bangsa kita tidak akan baik," ujarnya. Budaya gotong royong kembali digaungkan sebagai prinsip dasar dalam memperkecil kesenjangan sosial melalui kontribusi aktif kelompok bermodal.

Di sisi lain, jaminan kepastian regulasi dijanjikan bakal terus diperkuat demi menciptakan ekosistem investasi yang sehat dan berkeadilan. Penegakan aturan secara konsisten dipandang sebagai fondasi mutlak agar aktivitas niaga terhindar dari praktik anarki yang merugikan.

"Keadaan yang baik itu antara lain hukum harus kita tegakkan. Kalau kita tidak tegakkan hukum, yang terjadi adalah hukum rimba, hukum liar," ujarnya. Isu miring mengenai sentimen negatif kabinet terhadap modal asing pun ditepis seiring tingginya animo korporasi global untuk masuk ke pasar domestik.

Meski sempat menyelipkan kelakar mengenai dinamika internal organisasi pengusaha tersebut, fokus utama tetap diarahkan pada rekonsiliasi dan perbaikan tata kelola ke depan. Pelaku industri diwanti-wanti untuk tidak lagi mencoba mencari celah yang melanggar hukum di era transparansi digital saat ini.

"Tapi sudahlah ya enggak apa-apa. Dosa kita tutup. Kita bangkit ke depan. Sekarang jangan coba-coba melanggar hukum, saudara akan kalah," ujarnya. Kehadiran teknologi mutakhir termasuk kecerdasan buatan disebut membuat proses pengawasan kontrak bisnis kian ketat dan meminimalisasi potensi kecurangan.

Optimalisasi seluruh potensi dan pengelolaan sumber daya secara bijak diyakini mampu mengantarkan Indonesia menembus jajaran elite finansial global pada momentum satu abad kemerdekaan nanti. "Kalau kita pandai dan kita cerdas, 2045 kita ekonomi keempat terbesar di dunia," ujarnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung