Berita, Nasional

Prabowo Ingatkan yang Kalah Pemilu Jangan Terus Bikin Gaduh

Repelita.net

02 July 2026 00:00 WIB • 1,729 view

Prabowo Ingatkan yang Kalah Pemilu Jangan Terus Bikin Gaduh
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Presiden Prabowo Subianto secara terbuka menyoroti pentingnya sikap legawa bagi pihak yang mengalami kekalahan dalam kontestasi pemilu untuk menjaga stabilitas negara.

Pesan tersebut disampaikan langsung oleh Presiden dalam forum Sarasehan Kebangsaan yang dihadiri oleh ribuan rektor serta dosen di Jakarta Convention Center pada Jumat, 26 Juni 2026.

ADVERTISEMENT

Menurut pengamat politik Adi Prayitno, pernyataan tersebut merupakan upaya strategis Presiden untuk mengajak seluruh elemen bangsa agar meninggalkan rivalitas setelah pemilu berakhir.

Kalau kita mendengar pidato politik Prabowo, ini sepertinya sikap politik dari Prabowo yang ingin membangun negara dengan guyub, harus kerja sama dan merangkul semua kalangan, ujar Adi melalui kanal YouTube pribadinya, Rabu, 1 Juli 2026.

Direktur Parameter Politik Indonesia menilai bahwa Presiden ingin menurunkan ketegangan politik yang belakangan ini diterangi oleh berbagai aksi persetujuan kebijakan pemerintah.

“Pernyataan Prabowo itu sebenarnya ingin menurunkan tensi politik yang mungkin di balikan ada manuver-manuver tertentu dari pihak-pihak yang berpotensi menimbulkan gejolak dan instabilitas politik,” jelasnya.

Adi menambahkan, masyarakat dapat melihat relevansi pidato tersebut dengan dinamika perlawanan politik, termasuk penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis serta Koperasi Desa Merah Putih.

“Publik melihat ada konteks yang relevan, yaitu misalnya ada indikasi, tuduhan, dan dugaan yang mengarah kepada partai politik tertentu yang kalah dalam pemilu, yang turut terlibat menggerakkan aksi penindasan, terlibat dalam proses mobilisasi massa, melakukan perlawanan dan resistensi terhadap pemerintah,” ungkapnya.

Presiden menegaskan bahwa kekalahan dalam pemilu adalah hal yang lumrah, namun harus disikapi dengan kedewasaan berpolitik agar tidak terus menerus memicu kegaduhan.

"Prabowo bilang kalah pemilu pasti ada mengecewakan. Tapi sampai kapan yang kalah bikin kegaduhan, bikin kontroversi," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Presiden mengajak pihak-pihak yang belum sejalan untuk menyebarkan perbedaan pandangan melalui mekanisme demokrasi resmi di masa mendatang.

"Prabowo ingin mengajak semua kalangan, semua pihak, termasuk partai dan mungkin oknum tertentu yang tidak suka, tidak senang, dan sangat tidak setuju dengan program yang dimiliki Prabowo. Oke, tidak apa-apa. Tapi ketidaksukaan itu harus disalurkan nanti dengan berkompetisi di 2029," tutupnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung