Berita, Nasional

Prabowo heran sama warganya, rewel soal kunjungan luar negeri: Jokowi jarang ke luar negeri juga disalahkan

Repelita.net

12 June 2026 14:56 WIB • 902 view

Prabowo heran sama warganya, rewel soal kunjungan luar negeri: Jokowi jarang ke luar negeri juga disalahkan
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Presiden Prabowo Subianto menanggapi dengan santai berbagai kritik masyarakat mengenai frekuensi hukuman luar negeri yang ia lakukan selama masa kepemimpinannya.

Menurutnya, kritik tersebut dirasa janggal karena presiden sebelumnya, Joko Widodo, justru pernah dikritik karena dianggap terlalu jarang melakukan kunjungan internasional.

ADVERTISEMENT

Sejak menjabat pada 20 Oktober 2024, Prabowo telah menyelesaikan 26 rangkaian perjalanan dinas yang mencakup 29 negara berbeda.

Jadi, ada Presiden kayak Pak Jokowi yang jarang ke luar negeri, disalahkan ya kan 'Jokowi enggak pernah ke luar negeri. Jokowi tidak peduli politik luar negeri'," kata Prabowo saat menghadiri Munas Hipmi XVIII di Lampung, Rabu (10/6).

“Saya sering ke luar negeri, (dibilang) 'Prabowo sering ke luar negeri'. Aneh. Sebenarnya tidak ada masalah begitu, bener enggak,” tambahnya.

Prabowo menjelaskan bahwa eskalasi situasi geopolitik dunia saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan periode sebelumnya.

Ia menilai Indonesia harus proaktif menjaga hubungan diplomatik agar tetap relevan di tengah-tengah wilayah global yang sedang terjadi.

"Situasi mungkin berubah, sekarang dinamika geopolitiknya begitu kacau. Kita tidak tahu siapa kawan, lawan siapa. Kita beruntung, saya beruntung," tegasnya.

Terkait arah diplomasi, ia menegaskan bahwa pemerintah tetap konsisten menjalankan prinsip bebas aktif dan non-blok tanpa memihak aliansi militer apapun.

"Jadi saya menerima mandat sebagai Presiden, saya langsung, saya langsung gariskan politik luar negeri kita meneruskan politik non-blok, politik non-blok, politik bebas aktif. 1.000 kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak. Ini adalah garis yang saya tempuh," tuturnya.

Prabowo juga memaparkan ringkasan yang tetap terjaga baik dengan Presiden Rusia Vladimir Putin maupun Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

"Sekarang saya baik sama Presiden Putin, baik saya. Tapi saya baik juga sama Presiden Trump. Di sini saya disalahkan di situ saya disalahkan. Tapi enggak ada masalah," urainya.

Ia menyimpulkan bahwa segala bentuk kritik adalah dinamika politik yang lumrah, namun ia tetap fokus bekerja untuk kepentingan rakyat.

“Kebisingan selalu ada, yang penting kita yakin garis kita di mana. Selama saya yakin saya bekerja untuk bangsa dan rakyat Indonesia selamanya saya tidak ragu-ragu,” tutupnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung