Berita, Nasional

Prabowo Bandingkan Pendidikan Indonesia dan Singapura: Masalah Kita Sangat Besar

Repelita.net

11 September 2026 13:33 WIB • 611 view

Prabowo Bandingkan Pendidikan Indonesia dan Singapura: Masalah Kita Sangat Besar
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan pandangan mendalam mengenai kompleksitas penataan fasilitas pendidikan di tanah air dalam suatu acara penting nasional yang diselenggarakan belum lama ini.

Kepala Negara dengan tegas menyampaikan perbandingan menarik antara kuantitas satuan pendidikan yang tersedia di wilayah nusantara apabila disandingkan dengan negara tetangga Singapura.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan paparan yang disampaikan, wilayah Singapura secara keseluruhan tercatat hanya memiliki sekitar tiga ratus institusi sekolah untuk menaungi jenjang dasar hingga menengah.

Sebaliknya, kondisi geografis serta demografi nusantara menuntut pengelolaan lebih dari tiga ratus ribu sekolah yang tersebar merata dari perkotaan sampai pelosok terluar.

Penyebaran institusi belajar tersebut mencakup area-area yang sangat menantang seperti kawasan pegunungan tinggi hingga pulau-pulau terpencil yang sulit dijangkau.

Situasi geografis yang luas serta jumlah fasilitas yang masif ini membuat kepala negara menyimpulkan bahwa cakupan kendala di tanah air memiliki dimensi yang sangat masif.

Maaf saya mau kasih perbandingan: negara Singapura punya 300 sekolah, seluruh Singapura SD, SMP, SMA 300.

Indonesia lebih dari 300.000 sekolah.

Ada yang di ujung gunung, di pulau yang jauh, jadi memang masalah kita besar, tantangan kita besar.

Pernyataan tersebut diungkapkan untuk menegaskan bahwa karakteristik wilayah teritorial yang sangat luas secara otomatis menghadirkan kompleksitas masalah yang sepadan.

Kendati demikian, pemerintah bersama seluruh elemen rakyat terus berupaya mengoptimalkan pelayanan publik di tengah berbagai kekurangan serta rintangan pembangunan yang ada.

Persatuan serta kesatuan yang terjalin erat di tengah masyarakat majemuk menjadi modal utama dalam menjaga kokohnya kedaulatan bangsa hingga hari ini.

Dan kita berada di alam yang banyak tantangan juga, tapi alhamdulillah bangsa kita di usia ke-81 kokoh, bersatu, berbeda tapi kita kokoh bersatu dan kita semakin kuat menghadapi masa depan.

Optimisme tersebut disampaikan agar seluruh warga negara senantiasa bergandengan tangan dalam mengatasi berbagai agenda pembangunan nasional ke depan. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung