Berita, Viral Sosmed

Polemik Wacana Penyaluran Gaji PNS Lewat Koperasi Desa Memicu Gelombang Penolakan dan Keresahan di Media Sosial

Repelita.net

18 October 2026 14:54 WIB • 87 view

Polemik Wacana Penyaluran Gaji PNS Lewat Koperasi Desa Memicu Gelombang Penolakan dan Keresahan di Media Sosial
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Sebuah unggahan mengenai polemik rencana pembayaran gaji Pegawai Negeri Sipil melalui koperasi desa memicu perbincangan hangat di jagat media sosial Threads.

ADVERTISEMENT

Informasi tersebut sebelumnya diunggah oleh akun @zulhilmi.yahya pada tanggal 18 Oktober 2026 yang membeberkan daftar potongan tidak terduga jika kebijakan tersebut diterapkan.

Pemilik akun menuliskan rincian berupa Potongan tak terduga kalau gaji PNS dibayarkan lewat kopdes: 1. Biaya admin kopdes 2. Wajib beli paket sembako kopdes 3. Gaji dibuletin ke bawah. Misal gajinya Rp 5.631.500. Karena ga ada pecahan duit kecil, di buletin Rp 5.600.000 4. Duit bensin buat ambil gaji 5. Duit parkir kalo kopdes dijaga preman 6. Rawan dibegal di jalan pulang karena bawa cash banyak 7. Ada selisih duit gaji yg diambil dan disalurin kopdes. Kopdes nombok 8. Biaya parkir ATM kalo gajinya mau disetor tunai Tambahin lagi yang memancing beragam reaksi publik.

Unggahan tersebut langsung diserbu netizen yang ikut menambahkan spekulasi potongan tambahan yang mungkin terjadi di lapangan.

Akun @silvarex.obscura_ mengomentari postingan tersebut dengan menuliskan Kak jangan lupa kalo ambil di kopdes biasanya jadi anggota. Jadi anggota berarti ada simpanan wajib, manasuka, administrasi 😂 guna mengingatkan konsekuensi menjadi anggota koperasi.

Keresahan ini juga memicu seruan aksi protes dari netizen lain yang merasa keberatan dengan wacana skema penyaluran hak para abdi negara tersebut.

Tanggapan keras dilayangkan oleh akun @getpamungkas yang menyerukan PNS ASN SELURUH INDONESIA DEMO TOLAK GAJI LEWAT KOPDES KENAPA NGGAK GAJI TNI POLRI AJA? dalam kolom komentar.

Isu ini pun dikabarkan memicu penolakan dari jajaran pimpinan wilayah yang mengkhawatirkan dampak buruk bagi para pegawai di daerah.

Warganet dengan akun @marhen_slo menyatakan Saya dengar2 semua kepala daerah kompak menolak wacana ini..Mangga para penguasa daerah kompaklah utk menyelamatkan rakyat di daerahmu.. yang langsung dibenarkan oleh sang pembuat konten.

Daftar spekulasi pemangkasan pendapatan tersebut semakin panjang setelah netizen lain menjabarkan berbagai iuran tak resmi yang biasa ada di organisasi desa.

Komentar lain datang dari akun @ibuknyakakaade yang menuliskan Potongan lagi : 9. Potongan operasional kopdes 10. Potongan untuk iuran seragam anggota dan pegawai 11. Potongan Hari Raya untuk THR pegawai 12. Potongan iuran Hari Koperasi 😃 13. Potongan sumbangan sukarela (atas nama peduli sosial) 14. Snack rapat anggota 🤣🤣🤣🤣🤣 Satu lembar ukuran folio bisa penuh tuh... secara rinci.

Daftar tersebut kemudian digenapkan oleh komentar singkat dari warga digital lainnya mengenai iuran musiman tingkat nasional.

Akun @munsu_055 ikut melengkapi argumen netizen sebelumnya dengan menambahkan kalimat sumbangan hut ri.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung