Berita, Viral Sosmed

Polemik Hijab Mahasiswi Kedokteran, Jilbab Disebut Budaya Impor Ala Arab Bikin Warganet Geram

Repelita.net

24 August 2026 14:30 WIB • 465 view

Polemik Hijab Mahasiswi Kedokteran, Jilbab Disebut Budaya Impor Ala Arab Bikin Warganet Geram
Foto: Istimewa


Repelita [Jakarta] - Perbincangan mengenai pilihan mengenakan hijab di lingkungan pendidikan kedokteran kembali menuai perhatian setelah sebuah unggahan di media sosial mendapat banyak tanggapan.

ADVERTISEMENT

Unggahan akun @asiksurya yang telah ditonton sekitar 427 ribu kali memuat pandangan mengenai pendidikan kedokteran, kewajiban belajar, serta penggunaan jilbab.

Dalam unggahannya, akun tersebut menulis, “Kalau saya menjadi orang tuanya saya akan menasehatinya bahwa : 1. Diterima di Fakultas Kedokteran itu adalah anugerah yang harus disyukuri.. 2. Belajar kedokteran itu suatu kemuliaan kehidupan, dan sumpah dokter (sejak Hipokrates) adalah sumpah kemanusiaan. 3. Belajar, apapaun bidangnya, itu hukumnya wajib bagi setiap umat manusia. 4. Pakaian jilbab itu budaya, cara berpakaian, bahkan itu budaya impor bagaimana berpakaian ala orang Arab..”

Pernyataan tersebut kemudian memancing respons beragam dari warganet yang memperdebatkan hubungan antara hijab dan pilihan profesi.

Akun @je_aqi memberikan tanggapan singkat, “Untungnya bukan kamu orang tuanya..”

Sementara akun @eddie_str09 mempertanyakan alasan hijab dianggap perlu dilepas dengan menulis, “Urgensinya harus lepas hijab apa yaa ?? Dokter, Engineer, Hakim/Pengacara, bahkan Pilot dan banyak pekerjaan/profesi lainnya ga masalah kok kalo berhijab 😎”

Pendapat berbeda disampaikan akun @prayoga.gama yang menegaskan pandangannya mengenai kewajiban berjilbab bagi muslimah.

Akun tersebut menulis, “Jilbab itu bukan budaya atau cara berpakaian, itu adalah perintah yg Allah perintahkan untuk seorang muslimah, dan itu adalah kewajiban yang seharusnya dijalankan. Dan Asma Wafa telah memilih sesuatu yang tepat untuk menjaga dirinya. Perihal sekolah masih banyak yang mengizinkan seorang muslimah untuk berjilbab bahkan lebih bagus”

Komentar lain datang dari akun @ummubalqis.blog yang menceritakan pengalaman pribadi mengenai dukungan keluarga terhadap pilihan mengenakan jilbab sejak masa sekolah.

Akun tersebut menulis, “Alhamdulillah kamu bukan Ayahku, yg support aku menutup aurat di early 90 saat jilbab belum populer, masih asing. Era saat dari 1200 siswa satu sekolah gak sampai 10 yg berjilbab. Ayah yg support idealisme sebagai bagian dari kecerdasan berfikir.

Membersamai anaknya ini percaya diri menjadi beda.

Dan ini yg kulakukan sekarang, mensupport anakku untuk tetap idealis walau kuliah di lingkungan kelas yg dia jadi minoritas.

Anak2 idealis ini umumnya nanti cemerlang karena teguh berprinsip.”

Perdebatan tersebut memperlihatkan perbedaan pandangan warganet mengenai pilihan berpakaian, pendidikan, keyakinan, dan kebebasan menjalani profesi tanpa mengubah prinsip pribadi.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung