Repelita [Jakarta] - Keluhan mengenai pembengkakan biaya pemakaian daya listrik tengah ramai disuarakan oleh elemen masyarakat luas. Menanggapi polemik tersebut, pihak PT PLN segera memberikan klarifikasi resmi guna menepis isu mengenai adanya lonjakan harga per kilowatt-hour.
Perusahaan setrum milik negara itu menegaskan bahwa nilai jual daya kepada masyarakat masih mengacu pada regulasi lama. “Tidak ada kenaikan tarif listrik,” kata Gregorius Adi Trianto, Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PT PLN (Persero), kepada media pada Senin (1/6).
ADVERTISEMENT
Pihak manajemen memastikan koordinasi mengenai penentuan harga jual daya selalu berjalan selaras dengan ketetapan dari pihak kementerian terkait. “PLN senantiasa menjalankan kebijakan tarif listrik sesuai yang ditetapkan oleh Pemerintah melalui Kementerian ESDM. Untuk periode April–Juni 2026, tarif listrik tetap dan tidak mengalami perubahan dari periode sebelumnya,” ujar Gregorius menjelaskan.
Guna menghindari kesalahpahaman, ia menyarankan agar para pengguna jasa memanfaatkan saluran digital resmi milik perusahaan guna memantau penggunaan energi secara mandiri. Gregorius berpesan agar pelanggan bisa memantau riwayat pembelian token dan pembayaran tagihan secara mandiri melalui aplikasi PLN Mobile.
Walaupun penjelasan resmi telah dikeluarkan oleh pihak manajemen, gelombang ketidakpercayaan dari masyarakat pengguna media sosial tetap tidak terbendung. Banyak di antara mereka yang justru membeberkan bukti ketidaksesuaian nominal pada slip pembayaran bulanan.
“Jujur listrik rumah biasa 350 rb, tiba-tiba bisa jadi 850. Pemakaian selalu wajar dan sama,” kata pengguna Instagram @indra_nuga.
“Tidak ada kenaikan, tapi tagihan saya biasanya 800K naik jadi sejuta,” tulis @dante.n69.
Keluhan lain yang bernada serupa juga datang dari pelanggan yang mendapati adanya anomali data transaksi pada akun digital milik mereka. “Ini menarik, kemarin gue coba komplain ke PLN-nya langsung. Karena tagihan gue dari sejuta jadi Rp4 juta, dan gue menggunakan aplikasi PLN Mobile jadi rekam pemakaiannya kelihatan dari lima bulan ke belakang. Pas gue komplain katanya lebih bayar (deposit), nanti di bulan ini pembayarannya normal lagi. Pas gue cek tagihan gue bulan ini jadi Rp2,7 juta. Beneran normal lagi, terus yang lebih bayar yang mana ya? Harusnya kan berkurang,” tulis @mhs_phlvi.
Sentimen negatif terhadap kualitas transparansi pengelolaan energi nasional ini pun ditutup dengan komentar singkat dari warganet lainnya. “Jangan bohongg,” tulis @carolinatriy.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok