Berita, Ekonomi

Pertamax Turbo Naik Drastis Rp6.300, Pertamina Resmi Sesuaikan Harga BBM Non-Subsidi per 18 April 2026

Repelita.net

18 April 2026 13:45 WIB • 1,292 view

Pertamax Turbo Naik Drastis Rp6.300, Pertamina Resmi Sesuaikan Harga BBM Non-Subsidi per 18 April 2026
Foto: Istimewa

 Repelita Jakarta - Kabar mengejutkan datang bagi para pengguna kendaraan kelas atas menyusul keputusan PT Pertamina (Persero) yang secara resmi menyesuaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi secara signifikan mulai hari ini, Sabtu, 18 April 2026.

Kenaikan harga yang terjadi kali ini tercatat sebagai salah satu yang paling drastis dalam kurun waktu satu tahun terakhir, dengan lonjakan mencapai lebih dari 40 persen untuk beberapa jenis bahan bakar.

ADVERTISEMENT

Berikut rincian kenaikan harga BBM non-subsidi per 18 April 2026:

1. Pertamax Turbo: Dari Rp13.100 naik menjadi Rp19.400 per liter.

2. Dexlite: Dari Rp14.200 naik menjadi Rp23.600 per liter.

3. Pertamina Dex: Dari Rp14.500 naik menjadi Rp23.900 per liter.

Lonjakan harga yang mencapai lebih dari 40 persen ini diprediksi akan berdampak langsung pada biaya logistik dan pengeluaran harian masyarakat, khususnya bagi segmen pengguna kendaraan menengah ke atas dan sektor industri.

Meskipun harga BBM non-subsidi melambung tinggi, pemerintah masih mempertahankan harga BBM subsidi dan jenis penugasan agar tidak ikut terkerek naik.

Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah agar tidak semakin terpuruk di tengah tekanan ekonomi yang ada.

Saat ini, harga Pertalite tetap dipatok sebesar Rp10.000 per liter, sementara Bio Solar subsidi bertahan di angka Rp6.800 per liter.

Menariknya, Pertamax dengan nilai oktan 92 yang banyak digunakan kendaraan pribadi juga terpantau belum mengalami perubahan harga dan masih stabil di Rp12.300 per liter.

Dengan selisih harga yang semakin menganga, hampir mencapai Rp10.000 antara Pertalite dan Pertamax Turbo, potensi migrasi konsumen dari BBM non-subsidi ke BBM subsidi diprediksi akan meningkat tajam dalam waktu dekat.

Kenaikan ini tentu menekan pengeluaran harian masyarakat, dan jika tren ini berlanjut, kemungkinan besar pengguna Pertamax series akan melirik Pertalite sebagai alternatif yang lebih ramah di kantong.

Masyarakat diimbau untuk selalu memantau update harga resmi melalui aplikasi MyPertamina atau laman resmi perseroan mengingat adanya kemungkinan perbedaan harga tipis di wilayah luar Pulau Jawa.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung