Berita, Nasional

Pergantian Kapolri, Spekulasi Jokowi Ajak HRS Baikan dan Kasus KM 50 Kembali Mencuat

Repelita.net

09 October 2026 22:51 WIB • 143 view

Pergantian Kapolri, Spekulasi Jokowi Ajak HRS Baikan dan Kasus KM 50 Kembali Mencuat
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pergantian pucuk pimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia menjadi sorotan publik dalam beberapa hari terakhir.

Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi digantikan oleh Jenderal Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri.

ADVERTISEMENT

Proses itu berlangsung pada 1 Oktober 2026 setelah mendapat persetujuan DPR.

Di tengah pergantian tersebut, muncul spekulasi terkait langkah Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Beberapa kalangan menilai adanya upaya mendekati Habib Rizieq Shihab atau HRS.

Informasi ini disampaikan melalui kanal YouTube Pecinta Habaib.

Dalam unggahan tersebut disinggung kemungkinan Jokowi ingin meredakan ketegangan lama.

Kasus penembakan di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 kembali diangkat sebagai latar belakang.

Peristiwa itu menewaskan enam anggota laskar yang mengawal HRS pada Desember 2020.

Hingga kini kasus tersebut masih menyisakan pertanyaan di kalangan pendukung HRS.

Pergantian Kapolri dianggap membuka ruang baru bagi penyelesaian sejumlah perkara sensitif.

Suyudi Ario Seto yang sebelumnya memimpin Badan Narkotika Nasional mulai melakukan mutasi besar.

Ia memindahkan puluhan perwira tinggi dan menengah dalam hitungan hari setelah dilantik.

Langkah itu dinilai sebagai upaya menata ulang struktur internal Polri.

Sementara itu, Listyo Sigit Prabowo dipindahkan menjadi Kepala Staf Kepresidenan.

Jokowi sendiri menanggapi pergantian tersebut sebagai hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto.

Ia menyebut masa jabatan Listyo yang sudah mencapai lima tahun delapan bulan memang sudah saatnya diganti.

Dalam kanal YouTube Pecinta Habaib, pembahasan fokus pada kemungkinan rekonsiliasi dengan HRS.

Kasus KM 50 disebut masih menjadi beban sejarah yang belum tuntas.

Beberapa pihak berharap kepemimpinan baru di Polri dapat membuka kembali proses hukum secara transparan.

Namun hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait mengenai langkah damai tersebut.

Perhatian publik tetap tertuju pada bagaimana pemerintahan saat ini mengelola warisan kasus-kasus masa lalu.

Termasuk di dalamnya hubungan dengan tokoh-tokoh yang sempat berseberangan.

Pergantian Kapolri menjadi momentum yang dipantau luas oleh masyarakat.

Apakah perubahan tersebut akan membawa penyelesaian atau justru menambah spekulasi baru.

Semua pihak menunggu sikap konkret dari pejabat terkait dalam waktu dekat.

(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung