Berita, Timur Tengah

Perang Iran dan AS Memanas, Selat Hormuz Jadi Medan Pertempuran Laut

Repelita.net

07 September 2026 22:54 WIB • 459 view

Perang Iran dan AS Memanas, Selat Hormuz Jadi Medan Pertempuran Laut
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Konflik bersenjata antara Iran dan Amerika Serikat dikabarkan kembali bergolak usai terjadinya aksi saling serang di kawasan perairan strategis Selat Hormuz.

Berdasarkan laporan yang dirilis pada hari Senin tanggal 7 September 2026, Teheran meluncurkan tembakan rudal balistik ke arah kapal perang Amerika Serikat.

ADVERTISEMENT

Pihak Washington kemudian memberikan balasan telak dengan menghancurkan tiga unit kapal tanker minyak milik Iran di sekitar lokasi perairan tersebut.

Komando Pusat Amerika Serikat menyatakan bahwa armada kapal induk dan kapal perusak mereka berhasil menghindari terjangan rudal balistik tanpa menimbulkan korban jiwa.

Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran mengeklaim telah melepaskan sejumlah rudal ke arah kapal perang musuh sebagai respons atas blokade laut terhadap wilayah mereka.

Kendati demikian, klaim keberhasilan hantaman rudal tersebut belum terverifikasi secara independen oleh lembaga internasional yang memantau situasi keamanan di kawasan.

Militer Iran bahkan memperingatkan pihak lawan agar segera menarik seluruh kekuatan militer mereka dari wilayah perairan strategis Timur Tengah tersebut.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf secara tegas menyatakan bahwa masa pembalasan secara proporsional kini telah resmi berakhir bagi pihak lawan.

“Amerika tentu telah memahami bahwa era respons proporsional telah berakhir dan serangan kami baru-baru ini terhadap pangkalan agresor hanyalah permulaan,” ujarnya.

Sebagai tindak balas atas insiden rudal tersebut, pasukan Amerika Serikat langsung menghantam tiga kapal tanker minyak Iran yaitu Downy, Stark 1, dan Kylo.

Komandan Komando Pusat Amerika Serikat Laksamana Brad Cooper menegaskan tindakan pembalasan tersebut dilakukan untuk memberikan dampak ekonomi yang berat bagi pihak Iran.

“Jika Anda menembak dua kapal kami, kami akan memberikan biaya ekonomi yang lebih tinggi—menghancurkan tiga kapal Anda,” ungkapnya.

Pemerintah Iran lantas mengecam keras tindakan penghancuran kapal tanker minyak komersial tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran hukum serta kejahatan perang.

Akibat eskalasi militer yang kian memanas, aktivitas pelayaran komersial di jalur distribusi energi global Selat Hormuz dilaporkan mengalami penurunan drastis.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung