Repelita [Jakarta] - Pengamat ekonomi makro melontarkan kritik pedas terkait rumor masuknya figur politisi partai penguasa untuk mengisi kursi pimpinan lembaga pemenuhan nutrisi negara.
Pergantian tampuk pimpinan tersebut mencuat usai pejabat sebelumnya memilih melepaskan jabatannya akibat kendala gangguan kesehatan yang dialami.
ADVERTISEMENT
Direktur Eksekutif Center for Economic and Law Studies, Bhima Yudhistira Adhinegara, menilai penunjukan figur politis tidak akan menyelesaikan masalah mendasar di tubuh instansi tersebut.
Latar belakang figur pengganti yang berasal dari lingkaran partai politik justru dikhawatirkan semakin kental membawa muatan kepentingan kekuasaan ketimbang perbaikan substansial.
Saya kira enggak menyelesaikan masalah tata kelola MBG ya.
Karena pergantian dari Nanik kepada Sudaryono, MBG justru lebih terkesan politis.
Kebijakan penempatan figur berlatar belakang politisi ini dibaca sebagai indikasi lemahnya komitmen pemerintah dalam membersihkan praktik kotor di internal instansi.
Ini menunjukkan bahwa memang pembenahan tata kelola secara serius, pemberantasan korupsi di internal BGN, kemudian aduan publik itu justru diselesaikan dengan penunjukan orang yang sifatnya politis.
Kekhawatiran utama turut diarahkan pada potensi penyalahgunaan program pembagian makan gratis sebagai instrumen penggalangan suara dalam kontestasi elektoral mendatang.
Program kesejahteraan rakyat dikhawatirkan berubah wujud menjadi proyek gentong babi demi meraup dukungan politik praktis.
Ya, yang terjadi ini justru MBG sebagai pork barrel, sebagai gentong babi untuk mengumpulkan suara demi Pemilu 2029 karena orangnya politis gitu.
Bahkan bukan ahli ahli gizi yang diharapkan oleh publik.
Nah, ini sangat disesalkan.
Sebelumnya, kursi pimpinan tertinggi lembaga tersebut mendadak kosong setelah pejabat definitif memilih mundur usai masa jabatan singkat selama satu setengah bulan.
Keputusan melepas jabatan itu diambil demi menjalani prosedur pemulihan medis di luar negeri akibat masalah kesehatan jantung yang mendera.
Kabar pengunduran diri tersebut disampaikan secara terbuka melalui akun Facebook milik Naniek Sudaryati Deyang tertanggal Rabu, 22 Juli 2026.
Saya sampaikan ke presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya.
Karena presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN.
Keputusan berat itu terpaksa diambil kendati dirinya harus segera bertolak ke luar negeri guna mendapatkan sudut pandang medis kedua dari rekomendasi rekan sejawat.(*).
Editor: 91224 R-ID Elok