Berita, Internasional

Penggunaan AI Secara Penuh dalam Drama Korea Picu Pro Kontra dan Ancaman Bagi Pekerja Kreatif

Repelita.net

22 July 2026 18:30 WIB • 2,083 view

Penggunaan AI Secara Penuh dalam Drama Korea Picu Pro Kontra dan Ancaman Bagi Pekerja Kreatif
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Industri hiburan asal Negeri Ginseng mendadak gempar menyusul penayangan sebuah serial drama terbaru yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan secara penuh dalam pembuatan sekuens aksi berbahaya.

Bagian tayangan berdurasi singkat tersebut menampilkan aksi laga masa lalu sang aktor utama tanpa melalui prosedur pengambilan gambar konvensional di lapangan.

ADVERTISEMENT

Pihak studio sengaja mengandalkan sistem digital mutakhir guna merealisasikan berbagai efek visual berskala masif tanpa harus mengeluarkan anggaran fantastis untuk sewa lokasi luar negeri.

Kendati dianggap sebagai pencapaian inovatif, langkah kontroversial itu justru memicu perdebatan sengit di kalangan pencinta serial televisi mengenai batas etika pemanfaatan teknologi modern.

Banyak penonton menyampaikan rasa terkejut setelah menyadari bahwa deretan adegan berbahaya yang tampak nyata di layar kaca sepenuhnya dikerjakan oleh mesin digital canggih.

Sebagian masyarakat maya menilai kemajuan teknologi tersebut memang mampu menyajikan tampilan visual yang memukau namun menyimpan ancaman nyata bagi masa depan profesi pekerja seni.

Kekhawatiran utama tertuju pada potensi hilangnya lapangan pekerjaan bagi para tenaga ahli efek visual, animator, hingga kru lapangan yang selama ini menjadi tulang punggung industri sinema.

Ada pula pandangan yang menyebutkan bahwa ketergantungan berlebihan pada sistem otomatisasi bakal mereduksi nilai estetika serta kedalaman emosional sebuah karya seni peran.

Meski efisiensi biaya dan kecepatan produksi menjadi alasan logis bagi perusahaan film, publik tetap mendesak agar eksistensi sumber daya manusia tidak boleh dikorbankan demi penghematan anggaran.

Di sisi lain, sebagian penonton memandang positif pemanfaatan teknologi tersebut untuk meminimalisasi risiko kecelakaan kerja bagi para pemeran pengganti maupun kru produksi.

Penerapan sistem digital cerdas dinilai sah-sah saja asalkan difungsikan sebatas instrumen pendukung alih-alih menggantikan peran esensial kreativitas manusia secara keseluruhan.

Perdebatan panjang ini membuktikan bahwa ekosistem perfilman global masih mencari titik keseimbangan ideal antara efisiensi modern dan perlindungan hak-hak pekerja kreatif.(*).

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung