Berita, Nasional

Pengamat UGM Sindir Rismon yang Samakan Diri dengan Einstein: Hanya Orang Dongok yang Percaya Penipu Ini

Repelita.net

03 April 2026 23:35 WIB • 1,087 view

Pengamat UGM Sindir Rismon yang Samakan Diri dengan Einstein: Hanya Orang Dongok yang Percaya Penipu Ini
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pengamat teknologi informasi dari Universitas Gadjah Mada, Josua Sinambela, kembali bicara terkait Rismon Hasiholan Sianipar dengan menyinggung klaim Rismon yang disebut-sebut menyamakan dirinya dengan ilmuwan dunia Albert Einstein.

Josua menilai pernyataan tersebut tidak berdasar dan justru menyesatkan publik, bahkan ia mempertanyakan kapabilitas Rismon sebagai ilmuwan atau peneliti.

ADVERTISEMENT

Josua menyindir sikap Rismon yang dianggap masih merasa sebagai ilmuwan atau peneliti dengan klaim yang dinilai berlebihan.

Si bagudung ini masih merasa diri ilmuwan atau peneliti, bahkan bandingkan dirinya dengan Einstein, ujar Josua kepada fajar.co.id pada Jumat (3/4/2026).

Ia juga mengkritik pihak-pihak yang masih mempercayai pernyataan Rismon dengan menyebut hanya orang dongok yang percaya ucapan penipu ini.

Josua kemudian memperingatkan publik agar tidak mudah percaya terhadap pernyataan Rismon karena ia menganggap ada potensi informasi yang menyesatkan.

Bagi yang masih percaya omongan si momon gadungan, siap-siap aja kena prank atau kibul kembali, tukas Josua.

Ia juga menyinggung isu aktor di balik polemik yang selama ini bergulir termasuk soal aktor di balik kasus fitnah ijazah.

Lebih lanjut Josua menegaskan bahwa kasus yang berkaitan dengan dugaan ijazah palsu akan terus berlanjut dan ia memastikan proses hukum tidak akan berhenti.

Kami pastikan tidak ada yang bisa menghentikan kasus ijazah palsu si momon, tegasnya.

Ia menyebut perkara tersebut termasuk delik biasa sehingga tetap berjalan meskipun tanpa adanya aduan dari pihak manapun.

Selain karena delik biasa, saya sendiri akan mengawal kasus ini hingga pengadilan, titik, kuncinya.

Sebelumnya pemerhati politik dan kebangsaan Rizal Fadillah juga bicara terkait perubahan sikap mantan rekannya Rismon Sianipar yang sebelumnya vokal soal dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 Jokowi namun belakangan justru meminta maaf dan mengakui keaslian ijazah tersebut.

Rizal menilai perubahan sikap itu memicu kontroversi dan memperlihatkan kondisi psikologis Rismon yang disebutnya tidak stabil.

Rismon Sianipar wajah kepribadiannya semakin rusak seperti babi terluka ngamuk tubruk sana tubruk sini, ujar Rizal kepada fajar.co.id pada Selasa (24/3/2026).

Ia juga menyebut sikap Rismon sebagai tontonan publik yang dinilai menunjukkan kepanikan yang luar biasa.

Tontonan baru dari anak manusia yang panik dan butuh pengakuan atas kebaikan yang sesungguhnya palsu, lanjut Rizal.

Rizal melihat bahwa Rismon kini berada dalam situasi yang sulit setelah perubahan sikapnya secara tiba-tiba.

Ia menyebut peneliti independen itu terjebak dalam kondisi yang tidak menguntungkan bagi dirinya sendiri.

Sang peneliti independen terjebak dalam dependensi manipulasi geometri, tukas Rizal.

Rismon kini tampil dengan jiwa yang rapuh dalam atraksi panggung yang memilukan, menyedihkan, dan memalukan, tambahnya.

Menurutnya berbagai pernyataan Rismon belakangan ini justru memicu polemik baru di ruang publik.

Ocehan bahkan konon langkah pelaporan ke Polda Metro soal dana 50 miliar Roy Suryo atau lainnya yang dikaitkan dengan politisi Puan Maharani dan Agus Harimurti menjadi tertawaan publik, Rizal menuturkan.

Ia menekankan bahwa langkah Rismon tersebut justru memperluas polemik dari isu ijazah ke ranah politik yang lebih luas.

Di samping pembuktian yang tidak mudah, Rismon juga memperluas masalah ijazah palsu Jokowi ke ranah politik bahkan konflik, imbuhnya.

Rizal juga mengatakan Rismon kini semakin terseret kepentingan politik Jokowi usai datang langsung ke Solo untuk meminta maaf.

Rismon semakin dibutakan oleh kepentingan Jokowi dan Gibran karena Jokowi memang sudah lama teriak bahwa ada orang besar di balik isu ijazahnya, timpal Rizal.

Ia bahkan membeberkan langkah-langkah yang diambil Rismon berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum yang serius.

Rismon semakin meluncur ke bawah menuju benturan batu hukum yang sudah siap menanti, tegas Rizal.

Rizal juga menyinggung sejumlah isu yang disebutnya berpotensi menjerat Rismon secara hukum di kemudian hari.

Ada ijazah S2 dan S3 Jepang yang diduga palsu, lalu surat kematian buatan sebagai pengelabuan atas tagihan dana beasiswa, serta kini potensial untuk tuduhan fitnah, pencemaran, atau penyebaran berita bohong soal dana 50 miliar, terang Rizal.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung