Berita, Nasional

Pengamat Curiga Ada Dalang di Balik Isu Pemakzulan Prabowo, Sebut Orang Terdekat yang Paling Diuntungkan Adalah Wapres Gibran

Repelita.net

16 April 2026 20:42 WIB • 1,108 view

Pengamat Curiga Ada Dalang di Balik Isu Pemakzulan Prabowo, Sebut Orang Terdekat yang Paling Diuntungkan Adalah Wapres Gibran
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Isu pemakzulan yang merebak beberapa hari terakhir dipastikan memiliki pihak yang mendesain atau bertindak sebagai dalang di balik layar.

Hal itu disampaikan oleh CEO sekaligus Founder Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, dalam podcast Madilog bersama Margi Syarif yang diunggah di kanal YouTube Forum Keadilan TV pada Rabu malam, 15 April 2026.

ADVERTISEMENT

"Ya, sebenarnya kalau bicara KPI ya, bahwa peristiwa politik itu fenomena yang tidak ada yang alamiah.

Makanya saya termasuk mazhab yang percaya bahwa dalam politik itu ada desain, ada arsitekturnya, ada perencanaannya, ada operatornya, ada yang mendesain," ujar Pangi.

Menurutnya, isu pemakzulan terhadap Presiden Prabowo Subianto sudah pasti ada yang merancang secara sistematis.

Ia mencatat bahwa sejak Agustus 2025, mulai dari peristiwa Makan Bergizi Gratis hingga pernyataan kudeta dari pengamat politik Saiful Mujani, seluruhnya memiliki rangkaian yang saling berkaitan.

Pengamat politik yang dikenal kritis ini lantas mengarahkan sosok yang mendesain skenario pemakzulan presiden sebagai orang yang paling dekat dengan kepala negara.

"Ketika kita bicara tentang pemakzulan, tentu bicara tentang siapa yang ada di sampingnya, siapa yang paling dekat, kemudian sampai paling mendapatkan keuntungan secara langsung.

Yang paling dekat, yang ada di samping, yang tidak jauh-jauh dengan presiden ialah wapres," jelasnya.

Pandangan Pangi didasarkan pada peristiwa empirik yang pernah terjadi dalam perpolitikan Indonesia di masa lalu.

"Ketika Soeharto jatuh, karena kudeta rakyat juga tahun 98, yang naik Habibie, nggak ada satu paket.

Begitu juga ketika misalnya Gus Dur jatuh dikudeta, tidak satu paket, yang naik adalah wakilnya," ungkap dia.

"Ini kan fenomena empirik, peristiwa yang terjadi di masa lalu.

Selalu yang harus diwaspada itu menurut saya adalah orang yang paling dekat dengan kita, nggak jauh-jauh.

Dan nggak usah nuduh panjang-panjang yang terlalu jauh.

Kenapa?

Karena mereka langsung mendapatkan manfaat dari itu," pungkas Pangi.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung