Berita, Timur Tengah

Pemimpin Hizbullah Tolak Negosiasi Langsung Lebanon-Israel, Sebut Dosa Besar dan Ancam Perang?

Repelita.net

27 April 2026 22:28 WIB • 923 view

Pemimpin Hizbullah Tolak Negosiasi Langsung Lebanon-Israel, Sebut Dosa Besar dan Ancam Perang?
Foto: Istimewa

Repelita Beirut - Pemimpin Hizbullah Naim Qassem pada Senin (27/4/2026) menolak secara tegas rencana negosiasi langsung antara Lebanon dan Israel dan menyebut usulan tersebut sebagai dosa besar yang berpotensi mengguncang stabilitas negara .

"Kami secara tegas menolak negosiasi langsung dengan Israel, dan pihak berwenang harus tahu bahwa tindakan ini tidak akan menguntungkan Lebanon maupun mereka sendiri," kata Qassem dalam pernyataan yang disiarkan oleh jaringan televisi Al-Manar milik Hizbullah .

ADVERTISEMENT

Ia juga mendesak pemerintah Lebanon untuk segera membatalkan rencana tersebut karena dinilai dapat menyeret negara ke dalam spiral ketidakstabilan yang berkepanjangan .

Menurut laporan AFP, Qassem menuding pemerintah Lebanon telah mengabaikan hak-hak negaranya sendiri dan menyerahkan wilayahnya kepada musuh .

Ia menegaskan bahwa Hizbullah akan tetap melanjutkan apa yang disebutnya sebagai perlawanan defensif terhadap Israel dan tidak akan pernah meletakkan senjata .

"Seberapa pun ancaman dari musuh, kami tidak akan mundur, tidak akan tunduk, dan tidak akan kalah," tegas Qassem dengan nada penuh keyakinan .

Pernyataan keras ini muncul di tengah upaya diplomasi yang dimediasi oleh Amerika Serikat untuk menghentikan perang antara kedua belah pihak yang telah berlangsung berbulan-bulan .

Perwakilan Lebanon dan Israel sebelumnya telah menggelar dua pertemuan di Washington yang berkontribusi pada tercapainya kesepakatan gencatan senjata yang mulai berlaku pada tanggal 17 April lalu .

Pemerintah Lebanon menyatakan bahwa negosiasi bertujuan untuk menghentikan perang, menarik pasukan Israel dari wilayah selatan Lebanon, serta memulangkan warga yang mengungsi akibat konflik .

Pada tanggal 23 April, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa masa gencatan senjata resmi diperpanjang selama tiga minggu ke depan .

Namun meskipun gencatan senjata telah diumumkan, serangan di lapangan tetap terus terjadi antara kedua belah pihak yang saling bertikai .

Serangan Israel ke wilayah Lebanon selatan dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 36 orang warga sipil Lebanon dalam beberapa pekan terakhir .

Sementara Hizbullah mengklaim telah melakukan sejumlah serangan balasan terhadap pasukan Israel di Lebanon selatan serta meluncurkan rudal dan drone ke wilayah utara Israel .(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung