Berita, Nasional

Pemerintah Siapkan CNG 3 Kg Pengganti LPG, Lebih Murah 40%

Repelita.net

03 May 2026 13:08 WIB • 870 view

Pemerintah Siapkan CNG 3 Kg Pengganti LPG, Lebih Murah 40%
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pemerintah mulai menyiapkan langkah alternatif di tengah ketergantungan tinggi Indonesia terhadap impor energi yang selama ini membebani keuangan negara.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pemerintah tengah mengembangkan compressed natural gas dalam kemasan tabung tiga kilogram sebagai pengganti LPG tiga kilogram.

ADVERTISEMENT

Inovasi gas berbasis alam yang dikemas dalam tabung kecil ini ditujukan langsung untuk kebutuhan dapur masyarakat rumah tangga.

Pemerintah bahkan telah mulai mengimplementasikan penggunaan CNG di sejumlah sektor seperti hotel, restoran, hingga dapur program Makan Bergizi Gratis.

"Untuk yang tiga kilogramnya ini baru mau dibuat. Dan ini ongkosnya lebih murah 30 sampai 40 persen," ujar Bahlil dalam keterangannya.

Jika terealisasi secara luas, penghematan biaya sebesar itu berpotensi meringankan beban subsidi energi sekaligus mengurangi biaya hidup masyarakat.

Secara teknis, compressed natural gas adalah gas alam yang dikompresi hingga tekanan tinggi mencapai sekitar 200 hingga 250 bar.

Kandungan utamanya berupa metana dan etana yang dikenal sebagai bahan bakar bersih dan relatif ramah lingkungan dibandingkan LPG.

Gas ini disimpan dalam tabung khusus bertekanan tinggi yang dirancang dengan standar keamanan sangat ketat untuk penggunaan skala rumah tangga.

Dari sisi teknis, CNG dinilai cukup aman untuk proses distribusi maupun penggunaan sehari-hari oleh masyarakat.

Meskipun menjanjikan banyak keuntungan, pengembangan CNG tidak tanpa hambatan karena infrastruktur distribusi menjadi tantangan utama.

Kesiapan teknologi serta adaptasi masyarakat juga menjadi pekerjaan rumah besar yang harus dihadapi pemerintah ke depan.

Namun demikian, pemerintah tetap mendorong proyek ini sebagai bagian dari strategi besar menuju kemandirian energi nasional jangka panjang.

Saat ini, konsumsi LPG nasional mencapai sekitar 8,6 juta ton per tahun dengan produksi dalam negeri hanya mampu memenuhi 1,6 hingga 1,7 juta ton.

Kekurangan pasokan sebesar itu harus dipenuhi melalui impor yang membuat Indonesia rentan terhadap fluktuasi harga global dan tekanan geopolitik.

Dengan hadirnya CNG berbasis sumber daya domestik, pemerintah berharap dapat mengurangi ketergantungan impor sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Pengembangan CNG merupakan bagian dari strategi energi yang lebih luas termasuk diversifikasi energi melalui program B50.

Langkah ini menunjukkan arah kebijakan energi Indonesia yang mulai bergeser dari ketergantungan impor menuju pemanfaatan maksimal sumber daya dalam negeri.

Jika selama ini transisi energi identik dengan industri besar, kini perubahan itu mulai menyasar langsung ke dapur rumah tangga masyarakat biasa.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung