Repelita Washington DC - Pemerintah Amerika Serikat mulai menyelidiki serangkaian kasus kematian dan hilangnya ilmuwan dalam beberapa tahun terakhir, dengan Gedung Putih meminta aparat federal termasuk FBI untuk menelusuri kemungkinan adanya keterkaitan antar kasus tersebut.
Presiden AS Donald Trump mengakui pihaknya tengah mencermati situasi ini secara serius dan berharap insiden tersebut hanyalah kebetulan semata, meskipun ia mengakui beberapa korban merupakan sosok penting di bidangnya.
ADVERTISEMENT
Saya harap ini hanya kebetulan, ini hal yang cukup serius, beberapa dari mereka adalah orang-orang yang sangat penting, ujar Trump sebagaimana dilansir USA Today pada Kamis, 16 April 2026.
Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt memastikan investigasi dilakukan secara menyeluruh dan pemerintah akan bekerja sama dengan berbagai lembaga terkait tanpa melewatkan satu pun petunjuk.
Penelusuran terhadap data terbuka menemukan setidaknya 10 hingga 11 kasus kematian atau hilangnya individu yang memiliki kaitan dengan komunitas ilmiah di AS, namun hubungan antar kasus tersebut belum sepenuhnya jelas.
Salah satu kasus yang menjadi sorotan adalah hilangnya William Neil McCasland, mantan jenderal Angkatan Udara AS berusia 68 tahun, yang dilaporkan menghilang dari kediamannya di Albuquerque pada Februari 2026.
McCasland diketahui pernah memimpin program sains dan teknologi di Angkatan Udara AS sebelum pensiun pada 2013, serta terlibat dalam proyek penelitian yang berkaitan dengan fenomena udara tak dikenal.
Korban lainnya adalah Steven Garcia, kontraktor pemerintah dengan izin keamanan tingkat tinggi yang bekerja di Kansas City National Security Campus (KCNSC), fasilitas yang memproduksi lebih dari 80 persen komponen non-nuklir untuk senjata nuklir AS.
Garcia dilaporkan menghilang pada 28 Agustus 2025 di Albuquerque, New Mexico, setelah terlihat meninggalkan rumah dengan berjalan kaki sambil membawa pistol tanpa tanda-tanda jelas ke mana tujuannya.
Sumber anonim menyebut peran Garcia sangat krusial karena mengawasi aset bernilai puluhan hingga ratusan juta dolar, dan posisinya sangat tinggi, mengelola berbagai aset penting yang sebagian bersifat rahasia.
Mantan Asisten Direktur FBI Chris Swecker mengatakan bahwa ilmuwan Amerika telah lama menjadi target badan intelijen asing, terutama di bidang propulsi roket.
Seorang sumber yang mengetahui kasus Garcia membantah dugaan bahwa ia mengalami gangguan mental atau berniat bunuh diri, dan menilai kemungkinan Garcia menjadi target mata-mata asing lebih masuk akal.
Hingga kini, FBI dan Departemen Energi AS masih terus mengumpulkan informasi tambahan terkait rangkaian kasus misterius yang memicu kekhawatiran luas ini.
Presiden Trump menjanjikan hasil penyelidikan akan diketahui dalam waktu satu setengah minggu ke depan, seiring pemerintah bertekad mengungkap fakta di balik kasus-kasus tersebut.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok