Berita, Nasional

Pemegang saham RANS murka, datang dari jauh tapi dilarang ikut RUPSLB tatap muka di BSD Tangsel

Repelita.net

10 September 2026 18:19 WIB • 436 view

Pemegang saham RANS murka, datang dari jauh tapi dilarang ikut RUPSLB tatap muka di BSD Tangsel
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Suasana di RANS Office Building, BSD, Kota Tangerang Selatan, Banten, sempat memanas pada Kamis, 10 September 2026, ketika puluhan pemegang saham PT RANS Entertainment Indonesia Tbk menyampaikan protes.

Mereka mengaku kecewa karena tidak dapat mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) secara langsung di lokasi, meskipun telah datang dari berbagai daerah untuk menghadiri agenda tersebut.

ADVERTISEMENT

Pihak manajemen disebut menyampaikan bahwa peserta yang diperbolehkan hadir secara offline dibatasi hanya lima orang, sementara sebagian pemegang saham lainnya tidak mengetahui adanya pembatasan tersebut.

Para investor yang datang ke kantor RANS di Bumi Serpong Damai, BLOK CBD LOT VIII NO. 12, Kelurahan Lengkong Gudang, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, mengaku sebelumnya memperoleh undangan melalui email.

Dalam undangan tersebut tercantum bahwa RUPSLB dijadwalkan berlangsung pada pukul 11.00 WIB, sehingga sejumlah pemegang saham bahkan telah tiba sejak sekitar pukul 08.00 WIB.

Situasi kemudian memanas ketika pihak manajemen meminta para pemegang saham yang berada di lokasi untuk meninggalkan kantor tanpa memberikan solusi yang dinilai memadai.

Para pemegang saham yang kecewa menilai penyelenggaraan RUPSLB perdana tersebut tidak berjalan profesional dan mempertanyakan tanggung jawab pihak penyelenggara terhadap investor yang sudah hadir.

Mereka juga menuntut adanya pertanggungjawaban atas persoalan yang terjadi, terutama karena sebagian pemegang saham mengaku telah meluangkan waktu dan menempuh perjalanan dari daerah masing-masing.

Irfan, salah seorang pemegang saham asal Bogor, mengaku telah meminta izin dari pekerjaan agar dapat menghadiri agenda tersebut secara langsung.

"Datang dari Bogor udah izin kerja, untuk ikut ke sini jelas kecewa," ungkapnya.

Ia menuturkan bahwa para investor ritel yang datang tidak mendapatkan ruangan untuk mengikuti agenda secara tatap muka, sehingga kehadiran mereka di lokasi tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Menurut Irfan, kekecewaan semakin besar setelah peserta diminta pulang tanpa adanya penyelesaian yang dianggap jelas dari pihak manajemen.

"Kita diusir secara halus, suruh pulang begitu saja tanpa ada pertanggungjawaban. Pihak RANS cuma minta maaf gak ada solusi lain, tentu kita kecewa," tegas Irfan.

Keluhan serupa disampaikan Farsa, pemegang saham asal Tangerang Selatan, yang mengaku sudah berada di lokasi sejak pagi untuk mengikuti agenda RUPSLB.

"Kecewa dari jam 8 standby di sini, sering ikut gak kaya gini. Ini gak profesional PR dalam penanganan case-nya," ujar Farsa.

Farsa juga menyoroti tidak adanya penyelesaian yang diberikan kepada pemegang saham yang telah hadir, termasuk mengenai bukti kehadiran dan fasilitas apabila rapat harus dilaksanakan secara daring.

"Dan gak ada pertanggungjawaban apa-apa dan gak ada solusi apa-apa, kita cuma disuruh pulang. Harusnya minimal disediakan tempat kalau memang harus online. Kita gak jelas bukti kehadiran tapi gak berguna apa-apa," pungkasnya.

Protes tersebut akhirnya menjadi sorotan karena para pemegang saham menyatakan telah hadir sesuai informasi dalam undangan, tetapi tidak memperoleh akses mengikuti RUPSLB secara offline sebagaimana yang mereka harapkan.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan dari pihak penyelenggara mengenai penyebab pembatasan peserta tatap muka maupun langkah penyelesaian atas keluhan para pemegang saham.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung