Berita, Nasional

Pelajar Korban Program MBG Hilang Ingatan, Imam Shamsi Ali Sebut Nampaknya Terlalu Over Dosis Gizinya

Repelita.net

08 September 2026 22:13 WIB • 477 view

Pelajar Korban Program MBG Hilang Ingatan, Imam Shamsi Ali Sebut Nampaknya Terlalu Over Dosis Gizinya
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Tokoh agama asal tanah air yang menetap di negeri Paman Sam melontarkan keprihatinan mendalam atas insiden keracunan yang menimpa pelajar usai menyantap makanan bergizi.

Pria kelahiran Kabupaten Bulukumba tersebut menilai bahwa pelaksanaan program pembagian makanan gratis bagi para pelajar itu terkesan berlebihan dalam komposisi nutrisinya.

ADVERTISEMENT

MBG nampaknya terlalu over dosis gizinya, ujar Imam Shamsi Ali menyoroti polemik pelaksanaan program tersebut dalam keterangannya yang dimuat pada hari Selasa, 8 September 2026.

Lebih lanjut, ia menyinggung kondisi memprihatinkan seorang siswi sekolah di daerah Karo yang mengalami penurunan daya ingat secara drastis pascamengonsumsi menu makanan tersebut.

Sampai-sampai anak yang memakan MBG kehilangan 70 persen ingatan, tandasnya menambahkan.

Kasus yang menimpa siswi bernama Febiola itu sebelumnya diungkapkan langsung oleh sang ayah, Icuk Sugiarto Purba, yang menyatakan anaknya masih memerlukan penanganan medis intensif.

Keluarga korban mengaku kewalahan menanggung beban biaya pengobatan serta kebutuhan harian mendampingi sang buah hati yang harus berpindah-pindah fasilitas kesehatan.

Kami sejujurnya agak kesulitan dengan biaya, karena tidak mungkin hanya makan saja, kadang-kadang harus membeli kebutuhan anak kami, ungkap Icuk mengeluhkan kondisi ekonominya.

Sejak jatuh sakit pada tanggal 13 Agustus 2026, remaja tersebut telah menjalani rangkaian perawatan di berbagai rumah sakit mulai dari wilayah Karo hingga kota Medan.

Bahkan, tim dokter memperkirakan proses pemulihan total siswi malang itu akan memakan waktu panjang hingga setahun penuh dengan kontrol rutin setiap pekannya.

Anak saya menurut dokter itu perawatannya tidak sebentar, dokter bilang harus dirawat selama setahun penuh, setiap seminggu sekali, sebut sang ayah menirukan pesan medis.

Dampak dari musibah tersebut membuat ingatan korban merosot tajam hingga tidak mengenali anggota keluarga dekat termasuk orang tua dan saudara kandungnya sendiri.

Ya semuanya dia lupa, contohnya teman-teman sekelasnya dia lupa, waktu kami pulang dari rumah sakit Haji, dia bertemu sama adiknya, dan saya bapaknya dia sudah tidak kenal, tuturnya.

Di tengah keterbatasan finansial, keluarga harus merogoh kocek tambahan untuk membeli susu khusus serta vitamin dengan pengeluaran rutin yang terus membengkak.

Meski demikian, pihak keluarga hingga kini mengaku belum menerima uluran tangan resmi dari instansi pemerintah yang menaungi program tersebut.

Pesan saya, semoga pihak-pihak tersebut bisa bertanggung jawab atas masalah ini, agar memberikan perawatan dan pengobatan terbaik kepada anak saya, harapnya.

Pihak keluarga berharap insiden kelam ini menjadi bahan evaluasi total bagi penyelenggara agar kejadian serupa tidak kembali menimpa anak-anak bangsa lainnya.

Hasil penelusuran tim medis sementara mendapati indikasi paparan bakteri berbahaya atau racun jamur yang tengah didalami melalui uji laboratorium lanjutan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung