Berita, Nasional

PDIP Tolak Move On dari Kecurangan Gibran, Singgung Nepobaby Privilege yang Ubah Putusan MK

Repelita.net

31 May 2026 20:39 WIB • 676 view

PDIP Tolak Move On dari Kecurangan Gibran, Singgung Nepobaby Privilege yang Ubah Putusan MK
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - PDI Perjuangan menegaskan sikapnya untuk tetap kritis dan menolak bersikap masa bodoh terkait dugaan kecurangan dalam proses pencalonan Gibran Rakabuming Raka.

Partai berlambang banteng ini menilai narasi yang mendesak mereka untuk move on dari isu tersebut merupakan upaya pengaburan fakta atas kerusakan demokrasi.

ADVERTISEMENT

Sorotan tajam diarahkan pada fenomena nepotisme atau nepobaby privilege yang dianggap menjadi karpet merah bagi putra sulung Jokowi tersebut menuju kekuasaan.

Elite PDI Perjuangan secara terbuka menyinggung bagaimana intervensi kekuasaan disinyalir mampu mengubah putusan Mahkamah Konstitusi demi meloloskan kepentingan politik tertentu.

Menurut mereka, membiarkan isu ini menguap begitu saja tanpa penyelesaian hukum yang adil akan menjadi preseden buruk bagi masa depan konstitusi di Indonesia.

Narasi terkait penggunaan instrumen negara untuk memuluskan jalan bagi keluarga penguasa dinilai sebagai pengkhianatan terhadap semangat reformasi yang selama ini diperjuangkan.

Pihak partai menilai bahwa publik tidak boleh dibutakan oleh segala bentuk manipulasi hukum yang terstruktur dan sistematis demi melanggengkan kekuasaan dinasti.

Hingga saat ini, PDI Perjuangan menyatakan komitmennya untuk terus menyuarakan kebenaran atas dugaan pelanggaran etik berat yang menodai kehormatan lembaga peradilan tertinggi.

Mereka menegaskan bahwa menolak untuk melupakan kecurangan bukan berarti tidak bisa menerima kekalahan, melainkan perjuangan untuk menjaga martabat nilai-nilai demokrasi bangsa.

Perlawanan ini akan terus digaungkan sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada rakyat agar sejarah kelam penyalahgunaan wewenang tidak terulang di masa depan.

Upaya mematikan nalar kritis publik melalui narasi move on dianggap sebagai strategi lama yang sudah tidak lagi efektif membungkam keresahan masyarakat luas.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung