Repelita Vatikan - Ketegangan global kian memuncak setelah pernyataan kontroversial Donald Trump yang mengancam "kehancuran peradaban" Iran menuai kecaman luas dari berbagai pihak.
Pope Leo XIV menjadi salah satu tokoh yang paling tegas bersuara dengan menyebut ancaman tersebut tak bisa diterima baik secara moral maupun hukum internasional.
ADVERTISEMENT
Berbicara dari Castel Gandolfo, Italia, Paus Leo merespons langsung ultimatum Trump yang menyebut "seluruh peradaban akan mati malam ini" jika Iran tidak membuka kembali Selat Hormuz.
"Hari ini ada ancaman terhadap seluruh rakyat Iran. Ini benar-benar tidak dapat diterima," ujar Paus Leo seperti dikutip dari AP News.
Ancaman tersebut, sambung Paus Leo, tidak hanya menyasar pemerintah tetapi juga warga sipil karena serangan terhadap infrastruktur melanggar hukum internasional.
"Ini bukan hanya soal hukum internasional, tetapi juga persoalan moral demi kebaikan seluruh umat manusia," tegas pemimpin tertinggi umat Katolik sedunia tersebut.
Ia pun kembali mengingatkan seruannya saat Paskah agar dunia tidak terjebak dalam spiral kekerasan yang terus meningkat tanpa menyelesaikan apa pun.
Paus Leo juga menyoroti dampak paling nyata dari konflik yakni penderitaan warga sipil mulai dari anak-anak, lansia, hingga orang sakit yang menjadi korban paling rentan.
Di tengah situasi yang semakin genting, ia mendesak para pemimpin dunia untuk segera meredakan ketegangan dan kembali ke jalur diplomasi.
Bahkan ia mengajak masyarakat global untuk ikut bersuara dengan mengatakan "Setiap orang harus mendorong para pemimpin politik mereka untuk mengakhiri konflik ini."
Sebelumnya, Trump mengeluarkan ultimatum keras yang memicu kekhawatiran global karena dinilai membuka peluang tindakan melanggar hukum perang dan kejahatan kemanusiaan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok