Berita, Nasional

Panglima TNI Perintahkan Seluruh Prajurit di Lebanon Masuk Bunker, Jaga Moral dan Prioritas Keselamatan

Repelita.net

05 April 2026 20:22 WIB • 811 view

Panglima TNI Perintahkan Seluruh Prajurit di Lebanon Masuk Bunker, Jaga Moral dan Prioritas Keselamatan
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memberikan instruksi tegas kepada Komandan Satuan Tugas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang bertugas di Lebanon melalui sambungan video call pada Jumat, 3 April 2026, menyusul gugurnya tiga prajurit dalam misi penjaga perdamaian.

Arahan ini disampaikan sebagai respons atas kabar duka yang menimpa tiga prajurit TNI yang gugur saat bertugas, serta delapan prajurit lainnya yang mengalami luka-luka akibat eskalasi konflik di Lebanon selatan.

ADVERTISEMENT

Ketiga pahlawan bangsa yang gugur dalam tugas mulia tersebut adalah Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Satu Muhammad Nur, dan Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon.

Dalam percakapan jarak jauh tersebut, Jenderal Agus Subiyanto memerintahkan seluruh prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian untuk memprioritaskan keselamatan dengan cara berlindung di dalam pangkalan atau bunker.

“Jaga moral prajurit yang ada di sana, tetap melaksanakan pengamanan intern, masuk ke bunker-bunker dan tidak ada kegiatan yang lagi ke luar,” ujar Agus sebagaimana dikutip dari akun Instagram pribadinya pada Sabtu, 4 April 2026.

Panglima TNI menekankan bahwa dalam situasi konflik yang terus memanas, menjaga mentalitas dan semangat pasukan merupakan kunci utama untuk tetap bertahan.

Beliau meminta Komandan Satgas untuk memastikan seluruh personel tetap tegar dan tidak terpengaruh oleh tekanan situasi di lapangan.

“Dan jaga moral prajurit supaya tetap semangat. Terima kasih,” kata Jenderal Agus mengakhiri arahannya kepada pasukan di garis depan.

Merespons instruksi tersebut, Komandan Satgas Yonmek XXIII-S menyatakan kesiapan penuh seluruh jajaran di lapangan untuk mematuhi setiap perintah pimpinan tertinggi TNI.

“Siap Panglima, kami laksanakan. Siap. Terima kasih atas arahannya, kami sampaikan salam panggilan kepada semua prajurit. Garuda Prima!” jawab Komandan Satgas dengan tegas dan penuh semangat.

Eskalasi konflik di Lebanon selatan antara militer Israel dan kelompok bersenjata setempat telah berdampak langsung terhadap keselamatan pasukan penjaga perdamaian dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon dilaporkan gugur setelah terkena serangan artileri tidak langsung di dekat wilayah Adchit Al Qusayr pada Minggu, 29 Maret 2026.

Kapten Zulmi Aditya Iskandar dan Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan gugur pada keesokan harinya, Senin, 30 Maret 2026, setelah kendaraan konvoi yang mereka kawal dihujani senjata dan terkena ranjau darat.

Selain tiga korban gugur, lima prajurit lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dalam insiden tersebut, yaitu Lettu Infanteri Sulthan Wirdean Maulana, Praka Deni Rianto, Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan.

Terbaru, UNIFIL juga melaporkan bahwa tiga prajurit penjaga perdamaian Indonesia lainnya kembali mengalami luka-luka akibat ledakan di wilayah El Addaiseh pada Jumat, 3 April 2026.

Dengan tambahan tersebut, total prajurit TNI yang terluka dalam rangkaian insiden di Lebanon selatan mencapai delapan orang.

Jenazah ketiga prajurit gugur dijadwalkan tiba di tanah air pada Sabtu, 4 April 2026, untuk segera dimakamkan secara militer.

Sebelumnya, upacara pelepasan telah dilakukan di Bandara Internasional Rafic Hariri, Beirut, pada Kamis, 2 April 2026, yang dipimpin langsung oleh Force Commander UNIFIL sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyatakan bahwa pemerintah terus berkoordinasi dengan PBB untuk memastikan proses pemulangan berjalan lancar meskipun di tengah keterbatasan pergerakan akibat kontak senjata.

“Repatriasi merupakan bentuk penghormatan terakhir bagi para prajurit yang gugur, sekaligus wujud tanggung jawab negara kepada keluarga yang ditinggalkan. Doa dan dukungan dari seluruh rakyat Indonesia menjadi penguat dalam mengiringi kepulangan para pahlawan bangsa,” demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri RI.

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan keselamatan seluruh personel TNI yang masih bertugas di Lebanon sesuai dengan standar operasional prosedur keamanan yang berlaku.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung