Repelita Washington DC - Amerika Serikat dan Iran sepakat melakukan gencatan senjata bersyarat selama dua minggu setelah adanya intervensi diplomatik mendadak yang dipimpin oleh Pakistan.
Kesepakatan ini membatalkan ultimatum Donald Trump yang sebelumnya menuntut Iran menyerah atau menghadapi kehancuran besar-besaran, di mana pesawat pengebom B-52 dilaporkan sudah dalam perjalanan.
ADVERTISEMENT
Pengumuman Trump soal gencatan senjata disampaikan kurang dari dua jam sebelum batas waktu pukul 8 malam waktu AS untuk melancarkan serangan terhadap pembangkit listrik dan jembatan di Iran.
Beberapa jam sebelumnya, Trump sempat menulis di Truth Social bahwa "Sebuah peradaban akan musnah malam ini, dan tidak akan pernah bisa kembali lagi. Saya tidak ingin itu terjadi, tapi kemungkinan besar akan terjadi."
Namun pada Selasa malam, Trump menyatakan bahwa Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif meminta masa damai selama dua minggu agar proses diplomasi bisa berjalan dengan semestinya.
"Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah! Alasannya, kami sudah mencapai bahkan melampaui semua target militer, dan kini sudah sangat dekat dengan kesepakatan final terkait perdamaian jangka panjang dengan Iran," tulis Trump.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi kemudian mengonfirmasi bahwa Iran menyetujui gencatan senjata tersebut dan selama dua minggu jalur aman di Selat Hormuz akan dibuka.
Perubahan sikap mendadak ini memberi ruang bagi Trump untuk mundur dari konflik setelah perang berlangsung lima minggu tanpa tanda-tanda Iran akan menyerah atau melepaskan kendali atas Selat Hormuz.
Israel juga dilaporkan akan menyetujui gencatan senjata dua minggu tersebut, yang akan mulai berlaku begitu blokade di Selat Hormuz dihentikan menurut laporan Axios.
Perwakilan Iran di PBB, Amir-Saeid Iravani, menyebut ancaman Trump sebagai hasutan menuju kejahatan perang bahkan berpotensi genosida dalam sidang Dewan Keamanan PBB.
Menjelang tenggat waktu Trump, Israel melancarkan serangan terhadap infrastruktur Iran termasuk jembatan rel di kota Kashan yang menewaskan dua orang dan pemadaman listrik di Karaj.
Di sisi lain, AS menyerang 50 target militer di Pulau Kharg, sementara Garda Revolusi Iran mengklaim telah menyerang kompleks petrokimia di Jubail, Arab Saudi sebagai balasan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok