Berita, Nasional

Pakar Komunikasi Publik: Gaya ‘Nyinyir’ Pidato Prabowo Subianto Dinilai sebagai Strategi Defleksi untuk Redam Keresahan Warga soal Dolar

Repelita.net

17 May 2026 16:29 WIB • 940 view

Pakar Komunikasi Publik: Gaya ‘Nyinyir’ Pidato Prabowo Subianto Dinilai sebagai Strategi Defleksi untuk Redam Keresahan Warga soal Dolar
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Gelombang polemik di tengah masyarakat luas kembali memuncak pasca-pernyataan kontroversial Kepala Negara terkait imbas pelemahan kurs mata uang asing yang dinilai tidak berkaitan dengan hajat hidup warga di tingkat perdesaan.

Respons tajam datang dari pakar komunikasi publik Dian Anggraeni Umar yang membedah makna tersirat di balik retorika politik tersebut melalui unggahan analisisnya di jejaring sosial media baru-baru ini.

ADVERTISEMENT

Melalui ulasan kritisnya di ruang siber, sang akademisi memberikan catatan khusus bahwa Pernyataaan mengenai "orang desa tidak butuh dolar" memicu perdebatan sengit di ruang publik.

Lebih dalam dirinya menguliti taktik verbal yang kerap dipraktikkan oleh sang pemimpin nasional dalam menghadapi situasi krisis moneter global yang berimbas pada pasar domestik.

Menurut pandangannya, Gaya komunikasi presiden yang cenderung menyerang atau "nyinyir" tanpa data sering kali digunakan sebagai strategi defleksi.

Dian Anggraeni Umar menduga kuat bahwa model penyampaian pesan yang antipati terhadap statistik ekonomi tersebut sengaja dipilih sebagai bentuk pelarian dari ketiadaan formula taktis pemerintah.

Ia menguraikan argumen psikologi politiknya dengan mencuit, Ketika tidak ada solusi konkret untuk menahan laju dolar, mungkin itu sebagai sikap untuk mengecilkan relevansi masalah tersebut di mata masyarakat agar keresahan tidak meluas.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung