Berita, Nasional

Pak Janes Bongkar Investigasi Teman Seangkatan Jokowi dan Kritik Klaim Ijazah UGM di Sentana Podcast

Repelita.net

04 September 2026 20:19 WIB • 446 view

Pak Janes Bongkar Investigasi Teman Seangkatan Jokowi dan Kritik Klaim Ijazah UGM di Sentana Podcast
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Sebuah tayangan interaktif di kanal Sentana Podcast menghadirkan perbincangan mendalam antara Michael Sinaga, Roy Suryo, dan Pak Janes yang duduk tepat di sebelah mantan Menteri Pemuda dan Olahraga tersebut.

Kehadiran Pak Janes di sisi Roy Suryo menjadi sorotan utama karena ia secara blak-blakan membongkar berbagai kejanggalan terkait polemik keaslian ijazah mantan Presiden Joko Widodo.

ADVERTISEMENT

Sebagai sosok yang mendampingi Roy Suryo sepanjang diskusi, Pak Janes menyoroti klaim sepihak mengenai adanya delapan puluh delapan teman seangkatan Joko Widodo yang memberikan pengakuan.

Pak Janes menyatakan dengan tegas bahwa berdasarkan hasil investigasi mandiri yang dilakukannya, klaim kehadiran puluhan teman seangkatan dari Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1981 itu sama sekali tidak valid.

Kutipan pernyataan asli yang diucapkan oleh Pak Janes mengenai hasil penelusurannya adalah "padahal enggak pernah ketemu di UGM enggak pernah itu enggak pernah di UGM saya sudah bilang saya sudah investigasi parmol kan hanya karena dibayar-dibayar begitu enak aja ngomong asal semarangan makanya saya bilang saya sudah ketoyan tidak ada 8385 ketuan dari situ dari UGM enggak ada".

Suasana di studio semakin memanas saat pria yang duduk di sebelah Roy Suryo ini merespons cuplikan wawancara Joko Widodo dalam program Bocor Alus Tempo.

Pak Janes menyayangkan lemahnya argumen yang disampaikan oleh pihak istana dan mengkritik keras sikap rektorat UGM yang dinilai memberikan pernyataan bersayap.

Lebih lanjut, Pak Janes menjabarkan analisis hukumnya mengenai perbedaan mendasar dari istilah hukum yang sering dikaburkan dalam kasus ini.

Dari tempat duduknya di samping Roy Suryo, ia menegaskan "iya kena ijazah sudah dikatakan identik dan otentik itu beda gitu tapi ya ketemu ya sudah sama-sama ke agama ya".

Pak Janes menerangkan bahwa dokumen yang dianggap identik belum tentu berstatus otentik, karena proses otentifikasi resmi hanya bisa diterbitkan oleh lembaga berwenang seperti Arsip Nasional.

Oleh karena itu, ia menantang agar bukti fisik ijazah tersebut segera ditunjukkan di ruang sidang dan diuji oleh tim ahli independen, bukan sekadar membangun narasi di media massa.

Di akhir sesi siniar, Pak Janes yang mendampingi Roy Suryo dari awal hingga akhir menyatakan komitmennya untuk mengawal ketat jalannya sidang pokok perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada pertengahan September 2026.

Ia mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar tetap waspada dan memantau seluruh proses hukum demi tegaknya akuntabilitas publik di Indonesia.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung