Berita, Publika Repelita

Ngeri, AS Bakal Kerahkan Rudal Hipersonik Dark Eagle, Ini Pesan Tegas Mojtaba Khamenei, Putin: Mengerikan Jika.....

Repelita.net

01 May 2026 15:55 WIB • 1,116 view

Ngeri, AS Bakal Kerahkan Rudal Hipersonik Dark Eagle, Ini Pesan Tegas Mojtaba Khamenei, Putin: Mengerikan Jika.....
Foto: Istimewa

Repelita Washington DC - Ngeri, Amerika Serikat dikabarkan akan mengerahkan rudal hipersonik Dark Eagle ke Timur Tengah untuk pertama kalinya dalam operasi tempur guna menghadapi Iran yang terus mengembangkan program nuklir dan rudalnya.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) telah secara resmi mengajukan permintaan pengerahan rudal dengan kecepatan lima kali lipat kecepatan suara tersebut ke kawasan Timur Tengah yang tengah memanas.

ADVERTISEMENT

Jika permintaan ini disetujui oleh pimpinan Pentagon dan Gedung Putih, maka akan menandai pengerahan dan penggunaan pertama rudal hipersonik Amerika dalam medan perang yang sesungguhnya.

Keputusan untuk memajukan senjata super cepat ini diambil karena Iran dilaporkan telah memindahkan peluncur rudal balistiknya ke luar jangkauan rudal Precision Strike (PrSM) milik AS yang hanya mampu mencapai target hingga sekitar 480 kilometer.

Dark Eagle adalah rudal hipersonik berbasis darat yang mampu melaju pada kecepatan lima kali kecepatan suara atau Mach 5 dengan jangkauan hingga 2.775 kilometer, cukup untuk menghantam target di pedalaman Iran dari perairan regional.

Rudal ini menggunakan teknologi boost-glide di mana hulu ledak meluncur di atmosfer atas dan bermanuver secara liar untuk menghindari sistem pertahanan udara musuh.

Meskipun program Dark Eagle mengalami berbagai penundaan pengembangan yang signifikan selama bertahun-tahun, sistem ini dilaporkan telah mulai memasuki tahap awal penempatan pada pertengahan tahun 2025.

Di tengah persiapan militer yang mencekam tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei, menyampaikan pesan tegas yang menggetarkan melalui pernyataan tertulis yang dirilis pada peringatan Hari Teluk Persia Nasional, Kamis (30/4/2026).

Mojtaba Khamenei menegaskan bahwa 90 juta rakyat Iran akan melindungi semua kemampuan nuklir dan rudal mereka sebagaimana mereka menjaga perbatasan darat, laut, dan udara negara tersebut.

"Sembilan puluh juta warga Iran yang terhormat, baik di dalam maupun di luar negeri, menganggap semua kemampuan nuklir dan rudal sebagai aset nasional dan akan melindunginya sebagaimana mereka mempertahankan perbatasan," demikian bunyi pernyataannya yang dikutip dari kantor berita Tasnim News.

Dia mengecam kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia sebagai sumber utama ketidakamanan dan menyebut pangkalan-pangkalan AS tidak mampu menjamin keamanan mereka sendiri sekalipun.

"Atas kehendak Tuhan, masa depan cerah kawasan Teluk Persia akan menjadi masa depan tanpa Amerika Serikat," tegas Mojtaba Khamenei dengan nada penuh keyakinan.

Pemimpin tertinggi Iran itu juga mengisyaratkan bahwa negaranya akan memberlakukan kerangka hukum baru untuk pengelolaan Selat Hormuz yang menurutnya akan membawa kemajuan bagi semua bangsa di kawasan.

"Kerangka hukum dan pengelolaan Selat Hormuz yang baru akan membawa kenyamanan dan kemajuan bagi semua bangsa di kawasan ini, dan manfaat ekonominya akan membawa kebahagiaan bagi rakyat," tambahnya.

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan menyatakan keprihatinan mendalam atas rencana pengerahan rudal hipersonik AS di Timur Tengah dengan menyebut situasi tersebut mengerikan jika terus dibiarkan memanas tanpa kendali.

"Ngeri, ini sangat mengerikan jika eskalasi terus berlanjut tanpa mekanisme de-eskalasi yang jelas," demikian kutipan pernyataan Putin yang beredar di kalangan diplomatik Moskow.

Putin menilai bahwa pengiriman rudal hipersonik Dark Eagle ke Timur Tengah hanya akan memicu perlombaan senjata baru yang lebih berbahaya di kawasan yang sudah rapuh.

Para pengamat militer internasional khawatir bahwa pengerahan Dark Eagle akan memicu respons berantai yang tidak terkendali dari kekuatan regional lainnya.

Presiden AS Donald Trump dijadwalkan menerima paparan langsung dari Komandan CENTCOM Laksamana Brad Cooper untuk membahas opsi militer tersebut dalam waktu dekat.

Dark Eagle yang diperkirakan bernilai sekitar 15 juta dolar AS per unit masih secara teknis terdaftar sebagai sistem yang dalam pengembangan dan belum sepenuhnya operasional.

Namun, situasi darurat di lapangan kerap kali memaksa pasukan untuk memajukan pengujian senjata baru sebelum kesiapan penuh dinyatakan secara resmi oleh pabrikan.

Dunia kini menahan napas menunggu langkah siapa yang akan lebih dulu memicu babak baru eskalasi konflik antara dua negara adidaya yang saling adu kekuatan militer di Timur Tengah.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung