Berita, Nasional

Natalius Pigai Sebut MBG Mulia: Orang Jahat Makan, Malaikat Juga Makan, yang Tolak Makan Inginkan Kematian

Repelita.net

23 August 2026 22:31 WIB • 582 view

Natalius Pigai Sebut MBG Mulia: Orang Jahat Makan, Malaikat Juga Makan, yang Tolak Makan Inginkan Kematian
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis merupakan langkah mulia untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Pigai mengutarakan pandangannya mengenai pentingnya asupan asupan makanan bagi setiap makhluk hidup saat meresmikan Pusat Studi HAM di STIH Mimika, Papua Tengah.

ADVERTISEMENT

Melalui akun Instagram miliknya @Natalius_Pigai, ia menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan pangan bagi seluruh warga.

"Makan adalah hal yang mulia," kata Pigai.

Ia mengibaratkan pemenuhan kebutuhan pangan sebagai hal yang mendasar bagi kehidupan manusia.

"Tidak ada makhluk hidup di dunia ini yang menolak dan menentang makan. Orang jahat juga makan, malaikat juga makan," ujarnya.

Pigai menilai tindakan menolak makanan sama saja dengan mengharapkan kematian.

"Jadi orang yang menolak makan adalah orang yang menginginkan kematian. Karena tanpa makanan, pasti mati," ucapnya.

Menurutnya pemberian makanan ini merupakan bentuk tanggung jawab negara terhadap seluruh warganya.

"Yang memberikan makanan siapa? Bapaknya kepada anaknya. Siapa bapaknya? Negara Republik Indonesia. Prabowo Subianto adalah bapak kita semua," imbuhnya.

Ia menambahkan keberadaan program tersebut ditujukan langsung bagi seluruh elemen masyarakat yang membutuhkan.

"Berikan makan kepada anak-anaknya, yaitu warga negara Republik Indonesia yang layak mendapatkan makanan," sambung Pigai.

Di samping itu ia tidak menampik adanya kelemahan dalam sistem pengelolaan maupun potensi penyimpangan pada pelaksanaan program.

"Baik. Kalau ada tata kelola yang tidak baik, mari kita perbaiki. Ada korupsi? Ya. Manajemennya buruk? Ya," ungkapnya.

Namun kekosongan atau kekuarangan tata kelola tersebut dinilainya tidak boleh dijadikan alasan untuk menghentikan program Makan Bergizi Gratis.

"Terus lantas makan harus kita tiadakan? Sama dengan kita menerima kematian," terangnya.

Pigai menutup pernyataannya dengan mengaitkan cita-cita presiden terhadap jaminan pangan masyarakat.

"Oleh karena itulah, ya program dan cita-cita Prabowo Subianto untuk memberi makan kepada bangsanya adalah cita-cita mulia yang luhur," pungkasnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung