Berita, Nasional

Nanik S Deyang Ditunjuk Pimpin BGN Gantikan Dadan Hindayana, Rekam Jejak Kontroversi dari Kasus Ratna Sarumpaet hingga Polemik MBG Kembali Jadi Sorotan Publik

Repelita.net

07 June 2026 18:11 WIB • 1,416 view

Nanik S Deyang Ditunjuk Pimpin BGN Gantikan Dadan Hindayana, Rekam Jejak Kontroversi dari Kasus Ratna Sarumpaet hingga Polemik MBG Kembali Jadi Sorotan Publik
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Keputusan Presiden Prabowo Subianto menunjuk Nanik S Deyang guna memimpin Badan Gizi Nasional menggantikan Dadan Hindayana memicu perbincangan hangat di ruang publik.

Langkah penyegaran birokrasi tersebut diumumkan secara resmi oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Istana Merdeka pada awal pekan ini.

ADVERTISEMENT

“Bapak Presiden memutuskan untuk mengangkat saudari Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang baru,” ujar Prasetyo.

Mantan Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi tersebut kini disorot lantaran rekam jejaknya di masa lalu dinilai sarat polemik.

Kontroversi pertama yang mengemuka yakni keterlibatan sang pejabat baru dalam pusaran kasus berita bohong yang digulirkan aktivis Ratna Sarumpaet beberapa tahun silam.

Kala itu, Nanik yang memegang posisi strategis di tim pemenangan politik dihadirkan oleh penegak hukum karena menjadi pihak yang mendengar langsung cerita bohong tersebut.

Di depan majelis hakim, ia mengaku telah meminta izin terlebih dahulu kepada Ratna sebelum menyebarluaskan dokumentasi visual wajah lebam ke platform digital.

Namun kesaksian itu disanggah keras oleh Ratna Sarumpaet yang menyebut sang jurnalis senior telah berbohong dan tidak pernah mengantongi izin publikasi.

Persoalan kedua menyangkut kompetensi kepemimpinan institusi pangan yang dipercayakan kepadanya kendati dirinya sama sekali bukan merupakan seorang ahli gizi.

Perempuan kelahiran Madiun tersebut tercatat memiliki latar belakang profesional sebagai wartawan senior di sebuah perusahaan media cetak berskala nasional.

Sepak terjangnya lebih banyak bersentuhan dengan bidang komunikasi publik, kepengurusan yayasan sosial, lembaga penanggulangan kemiskinan, hingga menduduki kursi komisaris BUMN.

Ketiga, pernyataan vokal sang pejabat saat merespons gelombang kritik masyarakat terhadap jalannya program Makan Bergizi Gratis juga memicu tanggapan miring.

Saat menghadiri forum edukasi di Universitas Hasanuddin Makassar, ia menilai framing negatif warganet di media sosial sengaja diproduksi demi mendulang keuntungan konten.

“Pokoknya MBG, MBG harus salah. Kalau gak salah, dicari salahnya. Jadi bisa dibayangkan enggak? Tiada hari tanpa MBG,” ujar Nanik.

Polemik keempat terjadi saat dirinya tertangkap kamera menangis di hadapan jurnalis kala menyampaikan permohonan maaf atas insiden keracunan hidangan sekolah.

Saat masih mengemban tugas sebagai wakil kepala lembaga, ia secara terbuka mengakui adanya kelalaian sistemik dari tim internal serta mitra pelaksana di lapangan.

“Kejadian belakangan 80 persen adalah karena SOP kita yang tidak dipatuhi, baik oleh mitra maupun tim kami sendiri dari dalam. Jadi ya sudahlah, pokoknya kami mengaku salah,” ujar Nanik di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Jumat, 26 September 2025.

Dengan raut emosional, dirinya menegaskan siap bertanggung jawab penuh atas jatuhnya korban dan berjanji akan merombak total sistem operasional demi proteksi anak.

“Tetapi satu nyawa pun, satu anak pun sakit itu adalah menjadi tanggung jawab kami, adalah kesalahan kami sebagai pelaksana untuk harus memperbaikinya secara total pada anak Indonesia dan juga para orang tahu. Saya mohon maaf atas nama BGN dan berjanji tidak akan lagi terjadi. Tidak akan terjadi lagi,” ucap Nanik.

Terakhir, publik turut mempersoalkan posisi rangkap jabatan serta kedekatan politiknya dengan lingkaran kekuasaan yang dinilai dapat memengaruhi independensi kinerja lembaga. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung