Pernyataan Pejabat Soal Negara Aman Dikritik Nana Mirdad, Minta Pemerintah Turun Langsung Cek Rakyat
Repelita [Jakarta] - Aktris Nana Mirdad melayangkan kritik terbuka terhadap pernyataan pejabat pemerintah yang mengklaim kondisi negara dalam keadaan aman di tengah maraknya persoalan di berbagai daerah.
ADVERTISEMENT
Melalui media sosial, ia menyoroti minimnya kepekaan pemerintah terhadap penderitaan warga terdampak bencana seperti musibah kabut asap di Kalimantan.
"Baru kali ini lihat beliau. Mungkin selama ini dia memang jarang keluar ruangan. Jadi memang semua aman-aman saja (dalam ruangan)." tulis @nurul.lailiy27 dalam unggahannya.
Langkah Nana Mirdad menyuarakan aspirasi masyarakat daerah langsung menyedot perhatian luas dan didukung penuh oleh para pengguna media sosial.
"Jangan ngomong gini pakkk… Coba cek Threads saya, yang berdomisili di Kalimantan pada buka suara ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ Bapak denger suara rakyat dari mana sih kalau bukan dari media sosial yang sekarang jadi platform utama komunikasi kita ? Survei minimal, turun langsung minimal. Gimana bisa tau keadaan sesama saudara kita yang terdampak pak ?" tegas @nanamirdad_ mempertanyakan kepedulian pejabat.
Kritikan yang disampaikan Nana Mirdad memicu gelombang tanggapan senada dari warga net mengenai standar keamanan yang disampaikan pihak otoritas.
"Bener kok aman. Kalau tidak tinggal di NTT ya aman dari gempa. Kalau tidak tinggal di Kalimantan ya aman dari asap. Kalau jalan kepasar tradisional tapi tidak beli apa-apa ya aman dari tekanan harga bahan pokok yang naik. Kalau pun beli tapi memang super kaya ya kenaikannya ga ngaruh sih. Kalau jalan ke mall yang ber-AC ya aman dari cuaca panas ekstrim." tulis @kikyaaas menyindir.
Netizen tersebut menilai pejabat negara keliru dalam mengategorikan isu pencegahan dan penanganan bencana sebagai bagian dari stabilitas nasional.
"Ini gimana sih, definisi keamanannya? Pangan masalahnya dijamin keamanan makanya polisi dan tentara ngurusin. Giliran ngomongin penanganan pencegahan, penanganan, dan pemulihan pasca bencana ga dikategorisasikan sebagai masalah keamanan." tambah @kikyaaas dalam pandangannya.
Kekecewaan publik makin meruncing seiring meluasnya reaksi emosional warga di ruang digital atas sikap jajaran birokrasi.
"Gak atasannya gak bawahannya bajingan semua!!!" cetus @intannofiyantii dalam kolom komentar.
Sederet fakta lapangan mulai dari sepinya pusat perbelanjaan, maraknya kriminalitas, hingga melonjaknya harga pangan turut dirinci oleh pengguna internet.
"Dia pernah ga ya main ke Itc liat itu kondisinya Sepi kosong melompong? Atau main ke kalimantan yang sekarang lagi tertutup asap kebakaran hutan? Main ke NTT yang lagi takut ada gempa susulan ? Atau utama ke daerah jakbar yang lagi rawan begal ? Atau belanja ke pasar liat harga sembako disana udah sama kayak ranch market 😩 Ya dia aman aja, orang kemana mana dikawal.. pake towttowet.. sbenernya marah gini di sosmed tuh gaguna juga, tapi kesel banget bingung kudu ngomong kemana deym" beber @geraldytan.
Masyarakat daerah terdampak bencana alam di luar Jawa juga menumpahkan kekesalannya atas konferensi pers pejabat yang dianggap jauh dari fakta.
"Itu biji mata apa biji peler..Aman taik kucing Kami di Kalimantan apa kabar,..? NTT dan Aceh juga.. 3 orang TOLOL lg konferensi pers 🖕🖕" tulis @yuniuninuni menanggapi situasi tersebut.
Rangkaian reaksi publik ditutup oleh seruan warga net yang berencana menggelar aksi nyata apabila aspirasi mereka terus diabaikan.
"sabar ya kak. Klo gk kluar jg kt paksa kluar tgl 27 besok" tulis @fab_ghutapea mengakhiri perbincangan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads
View on Threads