Repelita Kubu Raya - Sebuah peristiwa nahas menimpa enam orang pekerja yang terjatuh dari lift proyek pembangunan Masjid Agung Awwaludin di Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, pada Jumat (10/4/2026).
Kejadian tragis tersebut berlangsung saat para pekerja hendak turun untuk beristirahat dengan menggunakan lift proyek yang tersedia di lokasi konstruksi.
ADVERTISEMENT
Namun nahas, lift yang mereka tumpangi tiba-tiba mengalami kecelakaan dan jatuh bebas dari ketinggian sekitar lima meter ke permukaan tanah.
Kapolsek Sungai Raya, AKP Hariyanto, melalui Kasubsie Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, menjelaskan bahwa insiden tersebut diduga disebabkan oleh putusnya tali sling lift saat sedang dioperasikan.
“Diduga kawat sling lift putus saat enam pekerja berada di dalam lift hendak turun untuk beristirahat. Akibatnya lift yang mengangkut enam orang pekerja terjatuh serta tertimpa bagian konstruksi lift,” jelas Ade melalui keterangan tertulisnya pada Sabtu (12/4/2026).
Ade menambahkan bahwa berdasarkan kesaksian dari para saksi mata di lokasi kejadian, lift sedang dalam posisi menurunkan keenam pekerja dari ketinggian sekitar lima meter.
Saat proses penurunan berlangsung, tiba-tiba kawat sling yang menjadi pengaman utama lift tersebut mengalami putus sehingga lift langsung terjun bebas ke bawah tanpa bisa dikendalikan.
“Seluruh korban kemudian segera dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis,” tambah Ade lebih lanjut.
Keenam korban yang mengalami musibah tersebut langsung dilarikan ke RSAU dr. Muhammad Sutomo untuk mendapatkan perawatan intensif dan tindakan medis darurat.
Dari enam orang yang menjadi korban, satu orang bernama Markuat (60) mengalami luka serius berupa patah tulang bahu dan patah tulang kaki sehingga harus dirujuk ke Rumah Sakit Kartika Husada untuk penanganan lebih lanjut.
“Lima korban lainnya mengalami luka ringan dan saat ini masih menjalani rawat jalan di RSAU dr. Muhammad Sutomo. Adapun identitas para korban yakni Markuat (60), M. Madon (62), Samiri (57), Busri (37), Ahmadi (60), dan Tuki (50),” ujar Ade.
Saat ini pihak Polsek Sungai Raya masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mencari tahu penyebab pasti dari kecelakaan kerja tersebut.
Polisi juga akan memastikan kelayakan alat kerja atau standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang digunakan dalam proyek pembangunan masjid tersebut.
“Peristiwa ini menjadi perhatian serius, terutama terkait aspek keselamatan kerja di lokasi pembangunan. Kami mengimbau seluruh pihak untuk lebih memperhatikan standar keamanan guna mencegah kejadian serupa,” pungkas Aiptu Ade mewakili pihak kepolisian.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok