Berita, Timur Tengah

Naftali Bennett Ungkap Israel di Ambang Krisis Militer Akibat Gagalnya Wajib Militer dan Kekurangan Pasukan

Repelita.net

03 May 2026 20:45 WIB • 779 view

Naftali Bennett Ungkap Israel di Ambang Krisis Militer Akibat Gagalnya Wajib Militer dan Kekurangan Pasukan
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Mantan Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett, melontarkan kritik pedas yang mengguncang publik dengan pernyataan bahwa negaranya saat ini sedang berada di ambang keruntuhan total .

Akar masalah terbesar yang diidentifikasi Bennett bukanlah ancaman dari luar, melainkan sistem wajib militer yang gagal total dan telah menyebabkan kematian para prajurit Zionis Israel di berbagai medan perang .

ADVERTISEMENT

Peringatan keras yang disampaikan oleh mantan perdana menteri yang menjabat pada periode 2021 hingga 2022 ini bukan sekadar retorika politik biasa, melainkan berdasarkan pengamatan langsung di lapangan .

Bennett baru saja kembali dari kunjungan pribadi ke front utara Israel, di mana ia mendengar sendiri cerita mencekam dari mulut para prajurit garis depan yang sedang bertempur melawan Hizbullah .

“Kami tidak memiliki cukup pasukan untuk memenuhi misi; kami mengambil posisi dan kemudian harus mundur karena tidak ada prajurit untuk mempertahankannya,” ujar seorang prajurit kepada Bennett dalam pertemuan tertutup di lokasi pertempuran .

Krisis personel yang parah ini telah mengubah taktik militer menjadi bencana kemanusiaan, di mana front Lebanon yang seharusnya menjadi zona penyangga malah berubah menjadi neraka tak berujung bagi pasukan Israel .

Laporan data resmi dari Tentara Pertahanan Israel (IDF) yang dirilis pada tanggal 25 April 2026 memperkuat pernyataan Bennett, dengan mencatat sebanyak 550 tentara Israel tewas sejak eskalasi konflik pada awal April 2026 .

Lebih dari 160.000 personel cadangan telah dipanggil untuk bertugas, namun angka mengejutkan muncul bahwa 25 persen dari mereka menolak untuk memenuhi panggilan wajib militer .

Di medan pertempuran sesungguhnya, situasinya jauh lebih buruk dari laporan statistik, di mana IDF sempat berhasil merebut sebuah desa strategis di Lembah Bekaa tetapi hanya bertahan selama 48 jam .

Tanpa adanya rotasi pasukan yang memadai, para prajurit Israel terpaksa melakukan mundur total, bukan karena kalah dalam tembak-menembak melainkan karena tidak ada personel yang tersisa untuk mempertahankan posisi yang baru direbut .

Akibatnya, terowongan-terowongan milik Hizbullah yang bersembunyi di pegunungan tetap utuh dan sulit untuk dibasmi, menjadikan operasi yang sebelumnya disebut-sebut sebagai jebakan strategis justru menjadi bumerang bagi Israel sendiri .

Data dari Reuters menunjukkan kerusakan material yang sangat signifikan dengan sedikitnya 42 tank Merkava, yang merupakan tulang punggung armada lapis baja Israel, hancur berkeping-keping sepanjang bulan April 2026 .

Hizbullah dengan efektif menggunakan misil anti-tank Kornet buatan Rusia serta drone kamikaze buatan Iran untuk menghancurkan kendaraan tempur canggih milik Israel di berbagai wilayah pertempuran .

Lembaga analis Institute for the Study of War (ISW) melaporkan bahwa Hizbullah telah meluncurkan sekitar 1.800 roket ke arah wilayah Israel sejak awal April, dengan dukungan penuh dari Iran yang meningkat hingga 60 persen pasca kegagalan perjanjian gencatan senjata .

Drone Shahed-136, yang dikenal sebagai senjata andalan Iran, bahkan berhasil menembus sistem pertahanan udara dan menghantam pos-pos pertahanan IDF di sepanjang perbatasan utara .

Israel kini benar-benar terjebak dalam perang multi-front, di mana jaringan terowongan Hamas di Gaza masih aktif, kelompok Houthi dari Yaman meluncurkan drone ke Laut Merah, dan Hizbullah di Lebanon mengancam dengan stok 150.000 roket yang siap diluncurkan .

Perdana Menteri Israel saat ini, Benjamin Netanyahu, masih terus berpidato dengan nada optimistis dan berulang kali menjanjikan kemenangan telak di zona penyangga sepanjang 40 kilometer di selatan Lebanon .

Namun realitas di lapangan berkata lain karena hingga awal Mei 2026, garis depan IDF hanya berhasil maju sejauh 22 kilometer dari perbatasan Beirut, dan pasukan Israel saat ini terjebak serta terhenti di lereng-lereng gunung yang curam .

Dampak kebuntuan militer ini langsung terasa pada sektor ekonomi, di mana data Bank Israel mencatat Produk Domestik Bruto (PDB) negara itu terkontraksi hingga 7,2 persen pada kuartal kedua tahun 2026 .

Sekitar 150.000 warga Israel bagian utara, khususnya di wilayah Galilea, telah dievakuasi paksa dari rumah-rumah mereka, sementara biaya operasi perang di Lebanon diperkirakan mencapai 3,5 miliar dolar Amerika Serikat per bulan .

Protes domestik pun mulai membara dengan lebih dari 100.000 demonstran membanjiri jalan-jalan Tel Aviv sambil membakar foto-foto Benjamin Netanyahu sebagai bentuk protes terhadap kebijakan perang yang dinilai gagal .

Isu wajib militer menjadi bom waktu yang paling mematikan bagi koalisi pemerintahan Netanyahu, mengingat Mahkamah Agung telah membatalkan undang-undang yang membatasi pembebasan wajib militer bagi kelompok ultra-Ortodoks (Haredi) .

Akibat kekosongan hukum tersebut, saat ini ada sekitar 25.000 slot personel IDF yang kosong dan tidak terisi, sementara masa wajib militer bagi perempuan hanya dua tahun dengan banyak dari mereka yang mengajukan pembebasan .

Naftali Bennett dengan cerdik memanfaatkan momentum krisis ini, di mana cuitannya di media sosial X yang berbunyi “Ini adalah pembunuhan terhadap prajurit oleh kebijakan yang gagal” menjadi viral dan meningkatkan popularitas partainya, Yamina, hingga 18 persen .

Sebuah investigasi oleh surat kabar Ynet mengungkap fakta yang lebih mengerikan bahwa kasus desersi atau pelarian tentara dari tugas melonjak hingga 400 persen, menjadi 1.200 kasus dalam tiga bulan terakhir .

Banyak dari tentara Israel kabur ke negara-negara seperti Siprus atau negara-negara Eropa lainnya hanya untuk menghindari panggilan wajib militer ke front utara yang mematikan .

Human Rights Watch melaporkan bahwa sebanyak 4.800 warga sipil Lebanon tewas dalam konflik yang telah berlangsung, sementara 1,2 juta orang terpaksa mengungsi ke negara tetangga seperti Suriah dan Turki .

Pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, dalam pidatonya pekan lalu menantang Israel dengan pernyataan tegas bahwa pihaknya lebih kuat dan lebih tahan banting dibandingkan saat invasi 44 hari pada tahun 2006 .

Media Haaretz melaporkan bocornya dokumen internal Mossad yang menyebutkan bahwa Nasrallah kini bersembunyi dengan aman di enam bunker bawah tanah di Beirut, dilindungi oleh drone pengintai Iran dan alat jammer Rusia .

Amerika Serikat menambah bantuan militer sebanyak 30 jet tempur F-35 serta paket dana sebesar 5 miliar dolar, sementara Presiden Joe Biden terus menekan Netanyahu untuk segera melakukan gencatan senjata .

Di sisi lain, mantan Presiden Donald Trump menyerang Netanyahu dengan pernyataan bahwa Bennett benar dan Bibi (panggilan akrab Netanyahu) terlalu lamban dalam mengambil keputusan strategis .

UNIFIL mencatat sedikitnya 750 pelanggaran gencatan senjata sementara, sementara Hizbullah disebut berhasil merekrut 8.500 fighter baru melalui kampanye rekrutmen di platform media sosial TikTok yang viral di Lebanon .

Ekspor Israel ke Uni Eropa turun hingga 35 persen menurut data Biro Pusat Statistik Israel, sementara inflasi harga makanan mencapai 6,8 persen dan sektor pariwisata di wilayah utara benar-benar lumpuh total .

Berdasarkan data terbaru dari OPEC, harga minyak Brent berhasil menembus angka 105 dolar Amerika Serikat per barel karena ketakutan global akan meluasnya konflik kawasan hingga ke Selat Hormuz .

Sebanyak 20.000 keluarga prajurit memblokade jalan raya Haifa-Jerusalem untuk menuntut penghentian perang, yang kemudian berujung pada bentrokan dengan polisi yang mengakibatkan 50 orang mengalami luka-luka .

Bennett mengusulkan reformasi dramatis berupa wajib militer selama tiga tahun untuk semua warga Israel, termasuk kelompok Haredi dan warga Arab-Israel yang selama ini dibebaskan, dan polling Channel 12 menunjukkan 65 persen publik mendukung usul kontroversial ini .

Menjelang akhir pidatonya di Knesset, Netanyahu bertekad menyatakan bahwa Israel hampir menghancurkan Hizbullah selamanya, namun suara tidak percaya dari kubu oposisi semakin keras dengan mosi tidak percaya yang dijadwalkan akan digelar secepatnya .

Seorang prajurit anonim yang berbicara kepada Channel 13 meringkas situasi dengan getir, “Kami mengambil bukit hari ini, dan besok kami tinggalkan. Ini bukan perang, ini bunuh diri.” *

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung