Repelita Jakarta - Syukur Mandar menyoroti perhatian pemerintah terhadap sektor pendidikan melalui unggahan di akun Instagram @bangsyukurmandar yang dipublikasikan pada 6 September 2026.
Dalam unggahan tersebut, Syukur Mandar mengangkat pernyataan Prof. Musni mengenai posisi pendidikan sebagai salah satu persoalan penting dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
ADVERTISEMENT
Syukur Mandar menilai pendidikan semestinya ditempatkan sebagai fondasi utama dalam menentukan arah masa depan bangsa, termasuk melalui dukungan anggaran dan perhatian pemerintah yang memadai.
Ia menuliskan dalam unggahannya secara utuh, "Pendidikan adalah fondasi utama sebuah negara untuk membangun sumber daya manusia dan menentukan masa depan bangsa.
Lalu bagaimana Indonesia bisa berbicara tentang kemajuan jika anggaran dan perhatian terhadap pendidikan masih dianggap rendah?
Jangan sampai pembangunan hanya sibuk mengejar proyek dan pencitraan, sementara kualitas sekolah, kesejahteraan guru, fasilitas pendidikan, dan akses belajar yang layak justru tertinggal.
Kritik Prof. Musni patut menjadi alarm keras bagi pemerintah: anggaran pendidikan bukan sekadar angka dalam APBN, tetapi investasi langsung untuk masa depan rakyat.
Negara yang serius ingin maju harus berani menempatkan pendidikan sebagai prioritas, bukan sekadar slogan dalam pidato.
Sebab jika pendidikan terus dianaktirikan, yang dipertaruhkan bukan hanya generasi hari ini, tetapi masa depan Indonesia."
Unggahan itu juga mendapat sejumlah tanggapan dari pengguna media sosial yang memberikan pandangan mengenai kondisi pendidikan, kebijakan pemerintah, hingga penggunaan anggaran negara.
Salah satu komentar menyebut, "Bener bansget".
Pengguna lainnya menyerukan agar kalangan akademisi dan mahasiswa ikut menyampaikan sikap terhadap kebijakan pemerintah.
Komentar tersebut berbunyi, "Saatnya para guru besar, penggiat pendidikan, mahasiswa bersuara....
Jangan kita biarkan pemerintah sesuka hati membuat kebijakan!!!
please rakyat Indonesia, saatnya melek kenyataan bhw Indonesia menuju ke arah kemunduran saat ini 😠"
Komentar lain mengaitkan persoalan anggaran dengan sejumlah program pemerintah dan menyampaikan keberatan terhadap penggunaan uang pajak.
"Rakyat tdk ikhlas & ridho uang pajaknya di hambur²kan menjadi mubazir utk mbg & kopdes. Jika Rakyat sdh tdk iklas & ridho, maka tdk akan ada keberkahan pd rezim tone deaf ini."
Melalui unggahan tersebut, isu pendidikan ditempatkan dalam konteks yang lebih luas, yakni mengenai pilihan prioritas pembangunan dan sejauh mana anggaran negara memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Sorotan itu sekaligus menekankan pentingnya kualitas sekolah, kesejahteraan guru, fasilitas pendidikan, serta pemerataan akses belajar sebagai bagian dari investasi jangka panjang.
Pandangan yang disampaikan dalam unggahan tersebut merupakan kritik dan opini yang ditujukan untuk mendorong perhatian lebih besar terhadap sektor pendidikan serta evaluasi atas kebijakan anggaran pemerintah.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok