Berita, Nasional

Muslim Arbi Sebut Dolar AS Jadi Senjata Politik untuk Tekan Pemerintahan Prabowo dan Ciptakan Kekacauan

Repelita.net

05 June 2026 18:09 WIB • 981 view

Muslim Arbi Sebut Dolar AS Jadi Senjata Politik untuk Tekan Pemerintahan Prabowo dan Ciptakan Kekacauan
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi, menyoroti fenomena penguatan mata uang dolar Amerika Serikat yang dinilai menjadi instrumen ancaman bagi stabilitas nasional saat ini.

Ia mengaitkan kondisi ekonomi terkini dengan peristiwa krisis tahun 1998 yang berujung pada jatuhnya pemerintahan Presiden Soeharto setelah nilai tukar rupiah mengalami pelemahan drastis.

ADVERTISEMENT

Menurut Muslim, terdapat dugaan adanya desain kekuatan modal yang menggunakan mata uang asing tersebut sebagai senjata untuk menekan kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

"Saat ini kekuatan pemilik modal itu masih saja menggunakan senjata dolar sebagai alat tekan terhadap kebijakn rezim saat ini," ujar Muslim dalam opininya yang dirilis pada 5 Juni 2026.

Ia menilai kebijakan ekspor satu pintu yang diterapkan pemerintah guna meminimalisir kebocoran devisa kerap menghadapi kritik dari pihak-pihak tertentu.

Padahal, menurutnya, jika devisa hasil ekspor masuk ke kas negara, kebutuhan untuk menarik utang baru dapat ditekan dan nilai tukar rupiah berpotensi menguat.

Muslim juga menyinggung adanya kekhawatiran mengenai desain situasi yang sengaja diciptakan untuk memicu keresahan sosial melalui isu-isu yang berkembang belakangan ini.

"Faktor - faktor pelemahan rupiah yang begini cepat dan di sertai dengan isu - isu yang sengaja di produksi bulan Juni - Juli bahkan agustus akan ada kerusuhan? Tidakkah ini sebagai desain situasi untuk menimbulkan kegaduhan dan kekacauan negara dengan dolar sebagai senjata pemicu nya?" tuturnya.

Sebagai solusi, ia mengusulkan perombakan pada jajaran pimpinan Bank Indonesia serta penerapan kontrol ketat terhadap lalu lintas devisa hasil ekspor.

Ia juga menekankan pentingnya langkah strategis untuk memperkuat kedaulatan ekonomi nasional agar tidak terus-menerus bergantung pada mata uang dolar.

"Bila perlu trik Presidean Habibie menekan dolar dari Rp 17.000 menjadi Rp Rp 6.800 patut di terapkan kembali," tegasnya.

Pemerintah diimbau untuk lebih tegas dalam melakukan penegakan hukum dan membenahi tata kelola ekonomi demi menjaga stabilitas keamanan nasional. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung